Tanpa APBN, Tol Serpong–Bogor via Parung Dibangun dengan Investasi Rp12,35 Triliun
Pembangunan Tol Serpong–Bogor via Parung sepanjang 32 kilometer ditargetkan memangkas waktu tempuh Bogor–Tangerang menjadi sekitar 45 menit. Proyek senilai Rp12,35 triliun ini menggunakan skema KPBU tanpa dukungan APBN.

HALLONEWS.ID – Pembangunan Jalan Tol Serpong–Bogor melalui Parung diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat dan memangkas waktu perjalanan antarwilayah.
Proyek jalan tol sepanjang sekitar 32 kilometer tersebut ditargetkan dapat mengurangi waktu tempuh dari Bogor menuju Tangerang menjadi sekitar 45 menit.
Jalan tol ini juga menjadi bagian dari rencana pengembangan jaringan Jalan Lingkar Luar Jakarta atau JORR-3.
Menariknya, proyek dengan nilai investasi mencapai Rp12,35 triliun ini tidak menggunakan anggaran dari APBN.
Seluruh pembiayaan dilakukan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), mulai dari pembangunan, pengoperasian hingga pemeliharaan selama masa konsesi 40 tahun.
Rute Tol Serpong–Bogor via Parung akan melintasi sejumlah wilayah, antara lain Rumpin, Putat Nutug, Pondok Udik, dan Salabenda, dengan titik awal dari kawasan Serpong.

(Foto: Hallonews/kiriman petugas lapangan)
Pembangunan jalan tol tersebut terbagi ke dalam empat seksi, yaitu:
Seksi 1 Salabenda–Pondok Udik sepanjang 3,97 kilometer.
Seksi 2
Pondok Udik–Putat Nutug sepanjang 9,27 kilometer.
Seksi 3
Putat Nutug–Rumpin sepanjang 8,23 kilometer.
Seksi 4 Rumpin–Serpong sepanjang 10,56 kilometer.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pembangunan jalan tol tersebut merupakan upaya menjawab kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang lebih cepat dan efisien.
“Ini proyek jalan tol tanpa anggaran APBN. Investasi senilai Rp12,35 triliun ini menggunakan skema KPBU. Pembangunan Jalan Tol Serpong–Bogor ini untuk menjawab harapan masyarakat,” ujar Rudy Susmanto, Sabtu (13/6/2026).
Sementara itu, Julianda selaku Sekretaris Konsorsium Masyarakat Bogor menilai keberadaan jalan tol tersebut akan mempercepat mobilitas masyarakat dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Menurutnya, akses yang lebih cepat akan memudahkan aktivitas warga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan yang dilintasi proyek tersebut. (opy)
