Pemkab Bogor Siapkan Jalur Lebak-Bogor-Sukabumi, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Barat
Pemkab Bogor merencanakan pembangunan jalur Lebak-Bogor-Sukabumi pada 2026. Proyek ini bakal meningkatkan ekonomi kawasan barat Bogor.

HALLONEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menyiapkan rencana pembangunan jalur poros yang akan menghubungkan Kabupaten Bogor, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Sukabumi.
Proyek strategis tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di kawasan barat Bogor.
Bupati Bogor, , mengatakan rencana pembangunan jalur baru tersebut telah masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk tahun anggaran 2026.
Salah satu fokus utama proyek adalah membuka akses jalan yang menghubungkan Desa Malasari di Kecamatan Nanggung dengan wilayah Cianten di Kecamatan Leuwiliang.
Menurut Rudy, pembangunan ruas jalan tersebut akan memperkuat konektivitas antarwilayah dan memperlancar pergerakan ekonomi masyarakat.
“Kami pada tahun 2026 membuat perencanaan baru, yaitu menghubungkan Jalan Malasari dengan wilayah Cianten sehingga aktivitas ekonomi dapat berkembang lebih cepat,” ujar Rudy, dikutip wartawan media ini Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, pengembangan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas jaringan transportasi di wilayah barat Kabupaten Bogor yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lebak, Banten, dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor telah mulai menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah terkait guna membangun jalur poros lintas kabupaten yang terintegrasi.
Menurut Rudy, keberadaan jalur alternatif tersebut tidak hanya akan memperpendek waktu perjalanan antarwilayah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat yang selama ini berada di kawasan dengan akses transportasi terbatas.
Gagasan pembangunan Poros Lebak-Bogor-Sukabumi muncul setelah pembangunan Jalan Nirmala di Desa Malasari menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian dan sektor pariwisata setempat.
Jalan sepanjang 18,5 kilometer tersebut berhasil membuka akses menuju sejumlah destinasi wisata di kawasan kaki Gunung Halimun Salak yang sebelumnya sulit dijangkau.
Kondisi itu turut meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan serta mendorong tumbuhnya berbagai aktivitas usaha masyarakat di sekitar wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Bogor berharap proyek poros baru ini dapat menjadi salah satu infrastruktur strategis yang mampu mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan Bogor, Lebak, dan Sukabumi. (opy)
