Perbaikan Jalan Longsor Kebon Pedes Mulai Dikerjakan, Ditargetkan Rampung dalam 5 Bulan
Perbaikan jalan longsor di Kebon Pedes, Kota Bogor, resmi dimulai dengan anggaran Rp5,4 miliar. Proyek pembangunan DPT ditargetkan selesai pada November 2026.

HALLONEWS.ID – Proyek perbaikan jalan yang terdampak longsor di kawasan Kebon Pedes, Kota Bogor, akhirnya mulai dilaksanakan.
Pemerintah menargetkan pekerjaan tersebut selesai dalam waktu lima bulan dengan total anggaran mencapai Rp5,4 miliar.
Saat meninjau lokasi pada Rabu (17/6/2026), Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa proses penanganan membutuhkan waktu karena besarnya kebutuhan anggaran yang harus disiapkan terlebih dahulu.
Menurutnya, Pemerintah Kota Bogor telah mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar penanganan longsor di ruas jalan tersebut menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur.
Dalam proyek ini, pemerintah akan membangun Dinding Penahan Tanah (DPT) dengan kombinasi material beton, bronjong, dan batu granular.
Struktur tersebut dirancang untuk memperkuat tebing sekaligus mencegah terjadinya longsor susulan.
Dedie menilai, selain faktor curah hujan yang tinggi, kondisi longsor juga dipengaruhi oleh kebiasaan sebagian warga yang masih membuang sampah sembarangan.
Tumpukan sampah yang menghambat aliran air dinilai dapat meningkatkan tekanan pada struktur penahan tanah hingga akhirnya menyebabkan kerusakan.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak menjadikan area sekitar proyek sebagai lokasi pembuangan sampah setelah perbaikan selesai.
Pekerjaan konstruksi akan dilakukan secara intensif pada siang maupun malam hari guna mengejar target penyelesaian.
Pemerintah juga mengingatkan pengguna jalan agar mempersiapkan jalur alternatif apabila sewaktu-waktu diberlakukan rekayasa lalu lintas.
Aktivitas proyek, terutama saat mobilisasi alat berat, berpotensi menyebabkan sistem buka-tutup jalan secara sementara untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan kelancaran pekerjaan.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat, Ade Subhan, menjelaskan bahwa pekerjaan konstruksi dijadwalkan berlangsung mulai 17 Juni hingga 14 November 2026.
Ia menegaskan bahwa penutupan jalan tidak dilakukan setiap hari, melainkan hanya secara kondisional ketika diperlukan pengalihan arus akibat aktivitas proyek.
Untuk mengurangi dampak kemacetan, pihak pelaksana akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bogor dan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam pengaturan lalu lintas selama masa pengerjaan.
Saat ini, arus kendaraan di lokasi proyek masih mengalami perlambatan. Kendaraan dari arah Jalan Sholeh Iskandar menuju Jalan Kebon Pedes maupun sebaliknya harus melintas secara bergantian karena adanya penyempitan badan jalan di area yang terdampak longsor. (opy)
