Kepala BNN RI Temui Da’i Bachtiar : Bahas Ancaman Narkotika Cair hingga Penguatan Kewenangan Penyidik

Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto melakukan anjangsana ke Da’i Bachtiar menjelang HANI 2026. Pertemuan membahas ancaman narkotika cair, perlindungan anak, hingga penguatan regulasi dan kewenangan penyidik BNN.

Jumat, 19 Juni 2026 - 9:07 WIB
Kepala BNN RI Temui Da’i Bachtiar : Bahas Ancaman Narkotika Cair hingga Penguatan Kewenangan Penyidik
Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto saat melakukan anjangsana ke kediaman Jenderal Polisi (Purn.) Da’i Bachtiar di Jakarta Selatan, Kamis (18/6), membahas tantangan peredaran narkotika cair serta penguatan regulasi dan kewenangan penyidik BNN menjelang HANI 2026. Foto Humas BNN For Hallonews.id

HALLONEWS.ID – Menjelang peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Suyudi Ario Seto, melakukan anjangsana ke kediaman Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Koordinasi Narkotika Nasional (BKNN) periode 2001, Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Da’i Bachtiar, di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (18/6).

Kunjungan yang berlangsung hangat tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi antar-generasi pejuang pemberantasan narkoba, tetapi juga menjadi forum strategis untuk membahas tantangan terbaru dalam penanganan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BNN RI memaparkan sejumlah agenda dan program yang tengah dijalankan BNN menjelang HANI yang diperingati setiap 26 Juni.

“Tahun ini, peringatan HANI dikemas lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, olahraga, edukasi, hingga perlombaan yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya narkotika, ” kata mantan Kapolda Banten ini kepada HALLONEWS.ID, Jumat (19/6/2026).

Suyudi Ario Seto juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan narkoba.

Salah satu langkah yang tengah diperkuat adalah sinergi antara BNN dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA).

Proyek Baru 2026 06 19T090503.231
Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto saat melakukan anjangsana ke kediaman Jenderal Polisi (Purn.) Da’i Bachtiar di Jakarta Selatan, Kamis (18/6), membahas tantangan peredaran narkotika cair serta penguatan regulasi dan kewenangan penyidik BNN menjelang HANI 2026. Foto Humas BNN For Hallonews.id

“Kerja sama tersebut dinilai strategis mengingat kelompok anak dan keluarga kini menjadi sasaran yang semakin rentan terhadap penyalahgunaan narkotika. Pendekatan perlindungan keluarga menjadi salah satu kunci untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba,”ujarnya.

Selain itu, Kepala BNN RI menyoroti munculnya modus baru peredaran narkotika yang semakin kompleks, yakni narkotika dalam bentuk cair seperti ganja cair dan sabu cair.

Bentuk baru ini dinilai menjadi tantangan serius bagi aparat penegak hukum karena lebih mudah disamarkan dan sulit terdeteksi melalui pemeriksaan konvensional.

“Peredaran narkotika terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Karena itu, kemampuan deteksi dan respons aparat juga harus terus diperkuat melalui dukungan teknologi, sumber daya manusia, dan regulasi yang memadai,” ungkapnya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, BNN terus meningkatkan kapasitas teknologi pendeteksian sekaligus mendorong dukungan optimalisasi anggaran melalui koordinasi dengan Komisi III DPR RI guna memperkuat upaya pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, dan penegakan hukum.

Menanggapi berbagai perkembangan tersebut, Jenderal Polisi (Purn.) Da’i Bachtiar menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah yang dilakukan BNN dalam menghadapi dinamika ancaman narkotika yang terus berkembang.

Proyek Baru 2026 06 19T090446.657
Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto saat melakukan anjangsana ke kediaman Jenderal Polisi (Purn.) Da’i Bachtiar di Jakarta Selatan, Kamis (18/6), membahas tantangan peredaran narkotika cair serta penguatan regulasi dan kewenangan penyidik BNN menjelang HANI 2026. Foto Humas BNN For Hallonews.id

Mantan Kapolri yang juga menjadi bagian penting dalam sejarah pembentukan BNN itu berbagi pengalaman mengenai perjalanan awal lembaga tersebut dalam membangun sistem koordinasi nasional maupun kerja sama internasional untuk memerangi narkotika.

Da’i Bachtiar turut memberikan sejumlah masukan strategis terkait penguatan regulasi, khususnya mengenai posisi dan kewenangan penyidik BNN dalam sistem hukum nasional.

Menurutnya, penguatan aspek regulasi akan semakin mengoptimalkan peran BNN dalam menjalankan fungsi pencegahan, rehabilitasi, dan penegakan hukum secara terpadu.

Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu ditutup dengan sesi foto bersama serta komitmen untuk terus mendukung penguatan kelembagaan BNN dalam mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).

Anjangsana ini menjadi simbol penting bahwa perang melawan narkotika membutuhkan kesinambungan gagasan, pengalaman, dan kolaborasi lintas generasi agar Indonesia semakin tangguh menghadapi ancaman narkoba yang terus berevolusi. (gin)