Yudo Margono Kenang Achmad Sutjipto, Sosok KSAL Tegas yang Jadi Teladan Prajurit
Mantan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengenang Laksamana TNI (Purn) Achmad Sutjipto sebagai pemimpin tegas dan teladan yang berjasa bagi TNI AL.

HALLONEWS.ID – Kepergian Laksamana TNI (Purn) Achmad Sutjipto meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI Angkatan Laut. Mantan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyebut almarhum sebagai sosok pemimpin tegas yang menjadi panutan lintas generasi prajurit.
Yudo mengaku memiliki kedekatan tersendiri dengan Achmad Sutjipto. Selain pernah berada dalam lingkungan kedinasan yang sama, ia juga banyak mendengar cerita tentang kepemimpinan almarhum yang dikenal disiplin dan dekat dengan anak buah.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami sangat kehilangan sosok pemimpin yang dihormati, baik oleh para junior maupun kalangan purnawirawan Angkatan Laut,” ujar Yudo saat ditemui Hallonews usai menghadiri upacara militer pemakaman mantan KSAL Laksamana TNI Achmad Sutjipto, di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU), Kalibata Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).
Menurut Yudo, Achmad Sutjipto yang menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut periode 1999-2000 itu tidak pernah berhenti mengabdikan diri kepada TNI AL meski telah memasuki masa purnatugas.
Almarhum diketahui pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pepabri dan menjadi Ketua Umum pertama Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL). Dalam organisasi tersebut, Achmad Sutjipto tetap aktif memberikan gagasan untuk kemajuan matra laut Indonesia.
“Bahkan beliau masih sempat menulis berbagai pemikiran dan buku untuk kemajuan TNI Angkatan Laut. Kepedulian beliau terhadap institusi tidak pernah berhenti,” kata Yudo.
Ia menilai semangat pengabdian tersebut menjadi warisan penting yang harus diteruskan oleh generasi penerus TNI AL.
“Apa yang menjadi cita-cita beliau harus diteruskan oleh generasi-generasi berikutnya demi kemajuan TNI Angkatan Laut, TNI, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Yudo juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki pengalaman tidak langsung di bawah kepemimpinan Achmad Sutjipto. Almarhum pernah memimpin sejumlah kapal perang TNI AL, termasuk KRI Yohanes dan KRI Ahmad Yani, yang dikenal memiliki tradisi kepemimpinan kuat.
Cerita para prajurit yang pernah bertugas bersama Achmad Sutjipto, menurut Yudo, selalu menggambarkan sosok komandan yang tegas namun mampu menjadi teladan bagi anak buahnya.
“Semua prajurit yang pernah bersama beliau menilai beliau sangat baik, orangnya tegas dan menjadi sosok pemimpin yang diteladani oleh prajuritnya,” ungkapnya.
Yudo berharap nilai-nilai kepemimpinan, integritas, dan dedikasi yang diwariskan Achmad Sutjipto dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh prajurit TNI Angkatan Laut dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara.
Kepergian Achmad Sutjipto, menurut Yudo, bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar TNI AL, tetapi juga bagi bangsa Indonesia yang telah memiliki putra terbaik dengan pengabdian panjang untuk negara. (agn)
