Dari Malaysia ke Denmark, Buku Dokter Koboi Jadi Perbincangan Internasional tentang Psikologi Warna

Buku Hitam Itu Bukan Sekadar Warna karya Dokter Koboi mendapat perhatian internasional dan menjadi bahan diskusi di KBRI Denmark.

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:30 WIB
Dari Malaysia ke Denmark, Buku Dokter Koboi Jadi Perbincangan Internasional tentang Psikologi Warna
Buku Hitam Itu Bukan Sekadar Warna karya dr. Wachyudi Muchsin atau Dokter Koboi yang menjadi bahan diskusi literasi di KBRI Copenhagen, Denmark. Foto Hallonews

HALLONEWS.ID – Karya literasi Indonesia kembali mendapat perhatian di panggung internasional.

Setelah diperkenalkan di Kuala Lumpur, Malaysia, buku Hitam Itu Bukan Sekadar Warna karya dr. Wachyudi Muchsin atau yang dikenal sebagai Dokter Koboi kini menjadi bahan diskusi di Copenhagen, Denmark.

Diskusi berlangsung di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Copenhagen dan dihadiri sejumlah tokoh serta pemerhati literasi yang tertarik pada isu psikologi, pengembangan diri, dan kesehatan mental.

Duta Besar RI untuk Denmark Siti Nugraha Mauludiah menilai buku tersebut menawarkan perspektif menarik mengenai hubungan warna dengan karakter dan perilaku manusia.

Menurutnya, warna tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual, tetapi juga dapat menjadi sarana memahami emosi dan pola interaksi seseorang.

Apresiasi juga disampaikan Rita Endang, Staf Khusus Pakar Ahli Bidang Pengawasan Sediaan Farmasi BPOM RI. Ia menilai buku tersebut berhasil menyajikan konsep psikologi warna dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat.

“Pembahasan mengenai warna hitam memberikan sudut pandang baru. Warna ini tidak hanya dipersepsikan sebagai simbol tertentu, tetapi juga dikaitkan dengan keteguhan, kemandirian, kedewasaan, dan kemampuan refleksi diri,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).

Ketertarikan terhadap buku itu juga datang dari peserta asal Denmark. Salah satunya, Morten Kruse, yang menilai hubungan antara warna, emosi, dan karakter manusia merupakan tema universal yang relevan di berbagai budaya.

Menurutnya, pendekatan yang digunakan dalam buku tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian masyarakat Denmark terhadap isu kesehatan mental dan pengembangan diri.

Dalam pemaparannya, dr. Wachyudi Muchsin menjelaskan bahwa buku tersebut berangkat dari ketertarikannya terhadap warna hitam yang kerap menjadi pilihan dalam kesehariannya.

Ketertarikan itu kemudian mendorongnya mempelajari berbagai literatur psikologi warna dan menghubungkannya dengan perilaku manusia.

Melalui buku tersebut, pembaca diajak memahami bahwa preferensi warna dapat mencerminkan dinamika psikologis seseorang. Warna hitam, misalnya, sering dikaitkan dengan pribadi yang mandiri, tenang, kritis, dan memiliki kedalaman berpikir.

Diskusi juga berkembang ke berbagai isu lain, mulai dari pembentukan identitas diri, komunikasi nonverbal, hingga pengaruh warna terhadap persepsi sosial di era digital.

Para peserta sepakat bahwa warna telah menjadi bagian penting dalam cara manusia mengekspresikan diri dan membangun citra di tengah kehidupan modern.

Pemilihan Copenhagen sebagai lokasi diskusi dinilai strategis mengingat Denmark memiliki budaya literasi yang kuat serta perhatian besar terhadap isu psikologi dan kesehatan mental.

Kondisi tersebut membuka peluang lebih luas bagi karya-karya intelektual Indonesia untuk dikenal masyarakat internasional.

Tak hanya menghadirkan gagasan reflektif, buku Hitam Itu Bukan Sekadar Warna juga membawa misi sosial.

Seluruh keuntungan dari penjualannya didedikasikan untuk membantu anak-anak penderita kanker melalui Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia.

Kehadiran buku karya Dokter Koboi di Denmark menjadi bukti bahwa literasi Indonesia mampu berkontribusi dalam percakapan global mengenai psikologi, karakter manusia, dan pengembangan diri. (agn)