AHY Pasang Target Ambisius, Bandara Soekarno-Hatta Dibidik Masuk 10 Terbaik Dunia
Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu fokus utama karena menunjukkan tren peningkatan peringkat di tingkat global. Jika pada 2022 berada di posisi ke-51 dunia, kini bandara terbesar di Indonesia itu telah menembus peringkat ke-22 dunia.

HALLONEWS.ID – Pemerintah mempercepat pembenahan sektor kebandarudaraan nasional dengan fokus utama meningkatkan daya saing Bandara Soekarno-Hatta hingga mampu menembus jajaran 10 bandara terbaik dunia.
Langkah tersebut menjadi salah satu agenda strategis yang dibahas dalam rapat koordinasi tingkat menteri yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Dalam rapat tersebut, AHY menekankan bahwa target besar tersebut tidak hanya bergantung pada peningkatan fasilitas fisik, tetapi juga membutuhkan reformasi tata kelola, penguatan regulasi, serta kolaborasi lintas sektor yang lebih efektif.
Menurut AHY, pemerintah tengah menyiapkan landasan hukum yang kuat sebagai pijakan pengembangan ekosistem kebandarudaraan nasional.
Selain itu, evaluasi terhadap berbagai kebijakan strategis, termasuk manajemen slot penerbangan, peningkatan layanan digital, integrasi sistem pelaporan, hingga konektivitas antarmoda terus dilakukan untuk mendukung transformasi sektor penerbangan.
“Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu fokus utama karena menunjukkan tren peningkatan peringkat di tingkat global. Jika pada 2022 berada di posisi ke-51 dunia, kini bandara terbesar di Indonesia itu telah menembus peringkat ke-22 dunia,” ujar AHY.
Pemerintah optimistis tren positif tersebut dapat terus berlanjut hingga mencapai posisi 10 besar dalam beberapa tahun ke depan.
AHY menilai salah satu tantangan terbesar saat ini adalah belum optimalnya koordinasi antarinstansi dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan bandara.
“Ego sektoral yang masih terjadi dinilai menjadi hambatan dalam menciptakan layanan yang terintegrasi dan kompetitif di tingkat internasional,” tambahnya.
Masih dikesempatan yang sama, AHY mengatakan selain peningkatan kualitas layanan bandara, pemerintah juga berupaya memperluas jumlah bandara internasional di berbagai daerah sesuai arahan Presiden.
Lanjut ia mengatakan kebijakan tersebut diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat sektor pariwisata, serta membuka akses yang lebih luas bagi investasi dan perdagangan.
“Dalam sektor pariwisata, Bali tetap diposisikan sebagai pusat utama destinasi wisata nasional. Namun pemerintah juga mendorong pengembangan destinasi unggulan lain agar mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara,” ujar AHY.
Sementara itu, lanjut dikatakannya, sektor ekonomi kreatif didorong memanfaatkan bandara sebagai etalase promosi produk lokal agar lebih dikenal di pasar global.
AHY juga mengingatkan bahwa industri penerbangan nasional masih menghadapi tantangan global, termasuk gejolak geopolitik dan fluktuasi harga energi yang berdampak langsung pada biaya operasional maskapai.
Meski demikian, lanjutnya, pemerintah tetap optimistis target peningkatan kualitas layanan dan daya saing bandara nasional dapat tercapai melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Melalui penguatan regulasi, kolaborasi lintas sektor, dan peningkatan kualitas layanan, pemerintah berharap sektor kebandarudaraan tidak hanya menjadi tulang punggung konektivitas nasional, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia,” tandasnya. (agn)
