IPB University Lepas 3.679 Mahasiswa KKNT Inovasi 2026, Perkuat Pembangunan Desa dan Keamanan Pangan
IPB University melepas 3.679 mahasiswa KKNT Inovasi 2026 yang akan mengabdi di 450 desa di tujuh provinsi dan dua negara, dengan fokus pada pembangunan berkelanjutan serta edukasi keamanan pangan

HALLONEWS.ID – IPB University resmi melepas sebanyak 3.679 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi Periode Juli–Agustus 2026 dalam sebuah upacara di Lapangan Telaga Inspirasi, Kampus IPB Dramaga, Bogor Sabtu (4/7/2026).
Mengusung tema “Pengembangan Berkelanjutan Masyarakat Agromaritim untuk Mencapai Socio-Resilience”, program ini menjadi bagian dari komitmen IPB University dalam menghadirkan inovasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.
Pelepasan mahasiswa dihadiri Pelaksana Harian (Plh) Rektor IPB University Dr. Heti Mulyati, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI beserta jajaran, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Prof. drh. Deni Noviana, PhD, DAiCVIM, Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPAAI) Dr. Handian Purwawangsa, para dekan, dosen pembimbing lapang, mitra strategis, serta seluruh peserta KKNT Inovasi 2026.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga mengikuti peluncuran Program KKNT Keamanan Pangan dan kuliah umum yang disampaikan Kepala BPOM RI.
Kegiatan ini menjadi bekal bagi mahasiswa sebelum menjalankan pengabdian di berbagai wilayah, khususnya di Kabupaten Bogor.
Program KKNT Inovasi IPB merupakan pembelajaran berbasis pengalaman yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk hidup, belajar, dan bekerja bersama masyarakat selama 40 hari, mulai 6 Juli hingga 14 Agustus 2026.
Selama pelaksanaan, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai persoalan di masyarakat sekaligus menghadirkan solusi melalui inovasi dan teknologi yang dikembangkan IPB University.
Pada tahun ini, KKNT Inovasi dilaksanakan di 42 kabupaten/kota yang mencakup 133 kecamatan dan 450 desa atau kelurahan di tujuh provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kepulauan Bangka Belitung.
Sebagai bagian dari penguatan pengalaman internasional, IPB University juga mengirimkan 16 tim KKNT Internasional, terdiri atas delapan tim ke Malaysia dan delapan tim ke Thailand.
Seluruh peserta didampingi oleh 214 Dosen Pembimbing Lapang serta 40 Dosen Koordinator Wilayah dari berbagai fakultas dan sekolah di lingkungan IPB.
Salah satu program unggulan pada penyelenggaraan KKNT tahun ini adalah KKN Tematik Keamanan Pangan, hasil kolaborasi antara IPB University, BPOM RI, dan sejumlah mitra strategis.
Program tersebut dilaksanakan di 20 lokasi di Kabupaten Bogor dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keamanan pangan melalui edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam program tersebut, mahasiswa akan berperan sebagai agen edukasi yang menjembatani penerapan inovasi akademik dengan kebutuhan masyarakat, sehingga mampu mendorong terwujudnya pangan yang aman, bermutu, dan layak konsumsi.
Melalui kuliah umum dari Kepala BPOM RI, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya membangun budaya keamanan pangan sejak tingkat keluarga hingga masyarakat.
Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal dalam menjalankan berbagai program edukasi selama masa pengabdian.
Pelaksanaan KKNT Inovasi IPB merupakan bagian dari implementasi program “IPB Hadir”, yang menempatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pembangunan masyarakat.
Selain mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui pembelajaran di luar kampus, program ini juga menjadi sarana hilirisasi berbagai inovasi IPB agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pada 2026, KKNT Inovasi IPB melibatkan 3.679 mahasiswa dari 39 program studi di 12 fakultas.
Melalui kolaborasi multipihak, penerapan inovasi, dan pemberdayaan masyarakat, program ini diharapkan mampu melahirkan solusi pembangunan yang berkelanjutan sekaligus mencetak lulusan yang adaptif, kolaboratif, serta memiliki jiwa kepemimpinan dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional. (opy)
