Prabowo: Koperasi Selalu Bersama Saya, Kini Saatnya Menyejahterakan Rakyat
Presiden Prabowo Subianto ungkap perjalanan panjang bersama koperasi dan menegaskan komitmen memperkuat ekonomi rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih.

HALLONEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto mengungkap perjalanan panjangnya bersama gerakan koperasi di Indonesia.
Di hadapan ribuan insan koperasi, Prabowo menyebut koperasi bukan sekadar organisasi ekonomi, melainkan bagian dari keluarga yang selalu mendampinginya.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo mengenang masa-masa ketika dirinya beberapa kali gagal dalam kontestasi pemilihan presiden.
Namun, menurutnya, dukungan dari gerakan koperasi tetap hadir dan menjadi bagian dari perjuangan yang ia jalani.
“Walaupun saya kalah presiden berapa kali, saya merasa gerakan koperasi selalu berada bersama saya itu,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Ia menegaskan koperasi memiliki tempat khusus dalam perjuangannya karena membawa semangat gotong royong dan keberpihakan terhadap rakyat kecil.
Prabowo mengatakan setelah akhirnya mendapatkan mandat sebagai Presiden Indonesia, ia berkomitmen menjalankan amanah tersebut dengan sekuat tenaga.
Menurutnya, jabatan sebagai kepala negara bukan untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan untuk rakyat Indonesia.
“Kita belum berhasil, tapi kita terus berjuang untuk rakyat Indonesia. Dan akhirnya saya menerima mandat dari rakyat Indonesia, mandat itu akan saya jalankan sekuat tenaga saya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Indonesia,” ungkapnya.
Prabowo juga menegaskan dirinya bukan hanya pemimpin dari satu kelompok politik, melainkan presiden bagi seluruh masyarakat Indonesia.
“Saya bukan Presiden Gerindra, saya adalah presiden seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menyinggung kekayaan alam Indonesia yang menurutnya sangat besar.
Namun, ia mengaku prihatin karena sebagian kekayaan tersebut justru dinikmati pihak yang tidak bertanggung jawab.
Prabowo mengungkapkan kesadaran itu semakin kuat setelah dirinya resmi menjabat sebagai presiden. Ia menilai pengelolaan ekonomi nasional harus kembali berpihak kepada kepentingan rakyat luas.
”Sesudah saya dilantik, dalam minggu-minggu pertama saya jadi presiden, saya sadar betapa kayanya bangsa Indonesia. Tetapi saya juga sedih melihat betapa besar kekayaan Indonesia dicuri,” ungkapnya.
Prabowo juga menyampaikan pandangannya mengenai arah ekonomi Indonesia selama beberapa dekade terakhir.
Dia menilai penerapan ekonomi liberal selama sekitar 30 tahun belum mampu menciptakan kesejahteraan yang merata.
Menurutnya, konsep kapitalisme neoliberal tidak sejalan dengan semangat ekonomi yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945.
“Saya termasuk salah satu yang dari awal sudah memperingatkan bahwa paham kapitalisme neoliberal tidak akan berhasil dan tidak mungkin membawa kesejahteraan pada rakyat banyak,” katanya.
Karena itu, Prabowo menilai koperasi memiliki peran penting sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang berlandaskan kebersamaan.
Koperasi Desa Merah Putih Masuk Tahap Operasional
Peringatan Harkopnas ke-79 tahun 2026 mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”. Tema tersebut menjadi simbol penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi nasional.
Momentum tahun ini juga ditandai dengan masuknya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ke tahap operasional.
Program tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi di tingkat desa dan kelurahan melalui akses permodalan, distribusi kebutuhan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan warga.
Sebelumnya, sebanyak 15.845 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah dinyatakan rampung 100 persen, mencakup pembangunan gedung, gudang, gerai, hingga kelengkapan operasional.
Jaga Sejarah Koperasi Indonesia di Tasikmalaya
Selain penguatan koperasi modern, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap sejarah gerakan koperasi nasional.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan rencana renovasi gedung bersejarah di Tasikmalaya, Jawa Barat, yang menjadi lokasi Kongres Koperasi Pertama pada 12 Juli 1947. Gedung tersebut nantinya akan dijadikan cagar budaya sekaligus pusat kegiatan perkoperasian.
“Bangunan itu akan direnovasi bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk dijadikan cagar budaya sekaligus dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan yang berkaitan dengan perkoperasian,” kata Ferry.
Melalui penguatan koperasi desa hingga pelestarian sejarahnya, pemerintah berharap koperasi kembali menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang mampu membawa Indonesia menuju pemerataan kesejahteraan. (dul)
