KAI Siapkan Peron Baru untuk Layani KRL 12 Kereta, Siap Urai Kepadatan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan peron baru di jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor sebagai upaya mengurai kepadatan penumpang di lintas Bogor.

Senin, 13 Juli 2026 - 13:33 WIB
KAI Siapkan Peron Baru untuk Layani KRL 12 Kereta, Siap Urai Kepadatan
Stasiun KA Bogor terus berbenah demi pelayanan bagi pelanggan. (Foto: Hallonews/Yopy M Doroh)

HALLONEWS.ID – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan peron baru di jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor sebagai upaya meningkatkan kapasitas layanan sekaligus mengurai kepadatan penumpang di lintas Bogor yang setiap harinya melayani rata-rata 431.368 pelanggan.

Peron baru tersebut dirancang untuk melayani rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) dengan formasi 12 kereta (SF12). Pengembangan ini menjadi bagian dari peningkatan layanan transportasi publik seiring tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan Bogor Line.

Selama periode Januari hingga Juni 2026, Stasiun Bogor mencatat 18.451.462 pergerakan pelanggan yang terdiri dari 9.371.057 pelanggan masuk (gate in) dan 9.080.405 pelanggan keluar (gate out).

Rata-rata aktivitas harian di stasiun tersebut mencapai 101.942 pergerakan pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan peningkatan kapasitas lintas Bogor merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Selama enam bulan pertama tahun ini, Bogor Line telah melayani 78.077.679 pelanggan dalam kurun waktu 181 hari.

“Ratusan ribu pelanggan mengandalkan Bogor Line setiap hari untuk bekerja, belajar, dan menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, pengembangan layanan disiapkan dengan melihat kebutuhan pelanggan sejak memasuki stasiun, menunggu di peron, naik ke dalam KRL, hingga tiba di tujuan,” ujar Anne.

Ia menjelaskan, kesiapan operasional peron baru telah melalui berbagai tahapan pengujian teknis. Uji beban menggunakan lokomotif dilakukan pada 29 Juni 2026, kemudian dilanjutkan dengan uji operasional KRL pada 1 Juli 2026.

Menurut Anne, seluruh pengujian dilakukan secara menyeluruh guna memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta pola operasi sebelum fasilitas digunakan untuk melayani masyarakat.

“Uji bersama memastikan sarana, prasarana, dan pola operasi memiliki kesiapan yang selaras. Pemeriksaan dilakukan secara cermat karena keselamatan pelanggan dan keandalan perjalanan menjadi acuan utama sebelum fasilitas digunakan,” katanya.

Selain pembangunan peron, proyek ini juga mencakup perpanjangan jalur, pekerjaan struktur, penataan listrik aliran atas (LAA), hingga pembangunan kanopi untuk mendukung operasional KRL dengan rangkaian lebih panjang.

KAI juga terus memperkuat armada KRL. Dari total pengadaan, sebanyak 18 rangkaian baru atau 216 kereta telah resmi beroperasi, sementara sembilan rangkaian produksi PT INKA masih dalam tahap persiapan.

Sebelumnya, dua rangkaian produksi CRRC mulai beroperasi sejak Juni 2025, disusul dua rangkaian buatan PT INKA yang mulai melayani pelanggan secara reguler sejak Desember 2025.

Anne menambahkan, penempatan seluruh rangkaian baru disesuaikan dengan kebutuhan operasional harian agar mampu memberikan manfaat optimal bagi pelanggan.

“Fokus penguatan Bogor Line adalah pengalaman harian pelanggan. Kapasitas yang lebih memadai, penyebaran pelanggan di peron, alur naik dan turun yang lebih lancar, serta sarana yang andal diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan pada waktu-waktu dengan kebutuhan perjalanan tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, mengatakan pihaknya bersama KAI Commuter terus menyelaraskan kesiapan peron SF12, pengoperasian sarana baru, serta pola operasional agar peningkatan kapasitas benar-benar memberikan manfaat bagi pengguna.

“Dengan rata-rata lebih dari 431 ribu pelanggan per hari di Bogor Line, setiap peningkatan kapasitas harus memberi manfaat yang jelas bagi pelanggan. KAI bersama KAI Commuter terus menyelaraskan kesiapan peron SF12, sarana baru, dan operasi agar perjalanan semakin nyaman, aman, dan tertata,” ujar Wisnu. (opy)