Deretan Insiden Ledakan Amunisi yang Pernah Mengguncang Indonesia, Nomor 5 Tewaskan 13 Orang

Ledakan gudang munisi di Madiun menambah daftar insiden amunisi di Indonesia. Berikut deretan ledakan besar dari Cilandak, Tanjung Priok, Ciangsana hingga Garut.

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:07 WIB
Deretan Insiden Ledakan Amunisi yang Pernah Mengguncang Indonesia, Nomor 5 Tewaskan 13 Orang
Foto/Iustrasi Ledakan/Dok Hallonews

HALLONEWS.ID – Ledakan yang mengguncang Gudang Pusat Munisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026), mengingatkan publik insiden serupa pernah beberapa kali terjadi di Indonesia.

Dalam kejadian terbaru itu, sedikitnya tujuh personel TNI dilaporkan mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RSUD Caruban untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga kini, penyebab ledakan masih diselidiki, sementara aparat telah mensterilkan area untuk mengantisipasi kemungkinan ledakan susulan.

Peristiwa di Madiun menambah daftar panjang kecelakaan yang melibatkan gudang maupun amunisi militer dalam empat dekade terakhir.

1. Ledakan Gudang Peluru Cilandak (1984)

Salah satu insiden paling besar terjadi pada 29 Oktober 1984 di gudang peluru Korps Marinir TNI AL di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Ledakan yang berlangsung berulang kali itu memusnahkan sekitar 2.000 ton amunisi, mulai dari roket BM-14, peluru howitzer, mortir hingga granat.

Berdasarkan laporan saat itu, sedikitnya delapan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp1,3 miliar, jumlah yang sangat besar pada masa tersebut.

2. Gudang Amunisi Kopaska Tanjung Priok (2014)

Pada 5 Maret 2014, ledakan terjadi di gudang amunisi milik Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Ledakan terdengar hingga beberapa kali dan memicu kepanikan warga sekitar.

TNI AL mencatat 87 orang menjadi korban, terdiri dari satu personel yang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan.

3. Ledakan Gudang Peluru Ciangsana (2024)

Peristiwa berikutnya terjadi pada 30 Maret 2024 di Gudang Peluru Kodam Jaya, Ciangsana, Kabupaten Bogor.

Ledakan yang terjadi menjelang waktu berbuka puasa terdengar hingga kawasan Bekasi dan Bogor. Getaran bahkan dirasakan warga di sejumlah kompleks perumahan di sekitar lokasi.

Aparat melakukan evakuasi warga setelah beberapa bunker dilaporkan meledak secara beruntun.

4. Truk Pengangkut Amunisi Terbakar di Tol Pasuruan (2025)

Pada 5 Mei 2025, sebuah truk pengangkut amunisi milik Brigif 509/Kostrad terbakar di ruas Tol Gempol-Pasuruan. Truk tersebut membawa granat tangan dan peluru kaliber kecil dalam perjalanan dari Surabaya menuju Jember.

Insiden itu mengakibatkan satu prajurit TNI meninggal dunia. Korban dilaporkan wafat saat berupaya menyelamatkan diri, bukan akibat langsung dari ledakan.

5. Ledakan Pemusnahan Amunisi Kedaluwarsa di Garut (2026)

Insiden paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir terjadi pada 12 Mei 2026 ketika proses pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat.

Ledakan tersebut menewaskan 13 orang, terdiri atas empat prajurit TNI AD dan sembilan warga sipil yang berada di sekitar lokasi.

TNI AD menyatakan seluruh prosedur pengamanan telah dilakukan sebelum proses pemusnahan dimulai. Namun, penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.

Kini Madiun Jadi Sorotan

Ledakan di Gudang Pusat Munisi II Puspalad Madiun kini menjadi insiden terbaru yang kembali menyita perhatian publik. Hingga Kamis (16/7/2026), TNI masih melakukan penyelidikan terkait penyebab ledakan.

Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh personel yang menjadi korban mendapatkan perawatan serta menjamin keamanan area gudang dari potensi ledakan susulan.

Meski penyebab setiap insiden berbeda, rentetan peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat dalam penyimpanan, pemeliharaan, hingga pemusnahan amunisi demi mencegah jatuhnya korban jiwa. (dul)