Profil Dirut Peruri Teguh Arief Indratmoko, Seangkatan Wamenhan Donny Ermawan di Akmil 1988A
Teguh Arief Indratmoko dan Wamenhan Donny Ermawan merupakan lulusan Akmil 1988A. Kini keduanya dipercaya menempati jabatan strategis di BUMN dan pemerintahan

HALLONEWS.ID – Penunjukan Letjen TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko sebagai Direktur Utama Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) turut menyoroti kiprah lulusan Akademi Militer (Akmil) 1988A yang kini banyak menempati posisi strategis di pemerintahan maupun BUMN.
Salah satu rekan seangkatannya adalah Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto.
Keduanya merupakan lulusan Akmil 1988A yang memiliki perjalanan karier panjang di lingkungan TNI Angkatan Darat sebelum dipercaya mengemban jabatan penting setelah memasuki masa purnatugas maupun penugasan di pemerintahan.
Teguh resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama Peruri berdasarkan Surat Keputusan Badan Pengaturan BUMN Nomor 345 Tahun 2026 tertanggal 15 Juli 2026.
Ia menggantikan Dwina Septiani Wijaya yang sebelumnya memimpin perusahaan strategis negara tersebut.
Selama berdinas di TNI AD, Teguh dikenal memiliki pengalaman di bidang intelijen, teritorial, hingga pendidikan militer.
Sejumlah jabatan yang pernah diembannya antara lain Perwira Kopassus, Asisten Intelijen KSAD, Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad), hingga Komandan Jenderal Akademi TNI.
Sementara itu, Donny Ermawan Taufanto juga meniti karier panjang di TNI AD sebelum dipercaya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan.
Pengalamannya mencakup berbagai posisi strategis, termasuk di bidang logistik, pendidikan militer, dan manajemen pertahanan.
Akmil 1988A sendiri dikenal sebagai salah satu angkatan yang melahirkan banyak perwira tinggi TNI.
Selain Teguh dan Donny, angkatan tersebut juga melahirkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang saat ini memimpin TNI AD.
Penunjukan Teguh di Peruri dinilai sejalan dengan kebutuhan perusahaan yang memiliki fungsi strategis dalam mencetak uang rupiah, materai, paspor, pita cukai, hingga berbagai dokumen negara dengan tingkat pengamanan tinggi.
Pengalaman panjangnya di bidang intelijen dan pengamanan menjadi modal penting untuk menjaga tata kelola dan keamanan aset strategis negara.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir yang dipublikasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Teguh Arief Indratmoko memiliki total kekayaan sekitar Rp18 miliar.
Nilai tersebut terdiri atas aset tanah dan bangunan, kendaraan bermotor, harta bergerak lainnya, kas dan setara kas, setelah dikurangi kewajiban.
Dengan bergabungnya Teguh di jajaran pimpinan Peruri dan Donny Ermawan di Kementerian Pertahanan, lulusan Akmil 1988A kembali menunjukkan kiprahnya dalam mengemban amanah di sektor strategis, baik di lingkungan pemerintahan maupun badan usaha milik negara. (agn).
