Gubernur Pramono Klaim Daya Beli Warga Jakarta Tetap Kuat, Ini Deretan Datanya
Di tengah tekanan ekonomi global, Jakarta mencatat pertumbuhan positif, inflasi terkendali, serta kepercayaan konsumen yang terus meningkat.

HALLONEWS.ID – Di tengah tekanan ekonomi global, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kondisi ekonomi Ibu Kota tetap menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada semester pertama 2026 mencapai 5,59 persen, didukung meningkatnya konsumsi masyarakat, aktivitas dunia usaha, dan optimisme pelaku ekonomi.
Tak hanya itu, Indeks Keyakinan Konsumen juga berada di angka 144,4, menandakan kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi Jakarta masih sangat kuat.
Menurut Pramono, sektor perdagangan masih menjadi tulang punggung perekonomian Jakarta, disusul sektor jasa keuangan dan industri pengolahan. Sementara sektor akomodasi, kuliner, transportasi, dan pergudangan mencatat pertumbuhan paling tinggi.
“Kalau optimisme masyarakat tetap terjaga, ekonomi Jakarta akan terus bergerak dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional,” ujar Pramono, Rabu (22/7/2026).
Sebagai penyumbang sekitar 16,67 persen terhadap ekonomi nasional, Jakarta dinilai tetap memegang peran strategis sebagai pusat bisnis, investasi, dan penggerak ekonomi Indonesia.
Pemprov DKI pun berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi melalui pengelolaan APBD yang sehat, percepatan pembangunan, serta berbagai kebijakan yang mendorong investasi dan memperkuat daya beli masyarakat. (fer)
