Usai Nobar Final Piala Dunia, Wali Kota, Wakil, dan Sekda Bekasi Tak Muncul di Apel Pagi

Ketidakhadiran Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekda Bekasi usai nobar final Piala Dunia memicu sorotan soal disiplin dan kepemimpinan birokrasi.

Senin, 20 Juli 2026 - 12:43 WIB
Usai Nobar Final Piala Dunia, Wali Kota, Wakil, dan Sekda Bekasi Tak Muncul di Apel Pagi
Asda I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Beast, Lintong Dianto Putra. (Foto: Hallonews)

HALLONEWS.ID – Untuk pertama kalinya sejak memimpin Kota Bekasi, Wali Kota Tri Adhianto, Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe, dan Sekretaris Daerah Junaedi kompak tidak hadir dalam apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin (20/7/2026).

Ketiganya disebut masih mengikuti rangkaian kegiatan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 yang berlangsung hingga dini hari. Absennya tiga pucuk pimpinan Pemerintah Kota Bekasi itu memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi kepemimpinan dan disiplin birokrasi.

Padahal, apel Senin pagi selama ini menjadi forum resmi penyampaian arahan, evaluasi kinerja, sekaligus penegasan target kerja kepada seluruh perangkat daerah. Pimpinan apel akhirnya diambil alih Asda I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Lintong Dianto Putra.

Dalam sambutannya, Lintong menjelaskan bahwa Wali Kota, Wakil Wali Kota, bersama jajaran pemerintah sebelumnya menghadiri kegiatan nonton bareng final Piala Dunia bersama masyarakat Kota Bekasi.

“Kami sampaikan, Pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota bersama masyarakat Kota Bekasi tadi malam menyaksikan nonton bareng final Piala Dunia sehingga pada apel hari ini kami mewakili pimpinan,” kata Lintong.

Namun, penjelasan tersebut justru memantik sorotan. Sebab, kegiatan nobar yang bersifat seremonial dinilai berujung pada absennya seluruh unsur pimpinan tertinggi dalam agenda kedinasan yang rutin digelar setiap awal pekan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, bukan hanya Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekda yang tidak hadir. Sejumlah pejabat eselon II juga terlihat tidak mengikuti apel. Kehadiran pimpinan badan usaha milik daerah (BUMD) pun terbilang minim.

Hanya beberapa nama yang tampak hadir, di antaranya Direktur Utama PT Mitra Patriot David Raharja dan Direktur Umum Perumda Tirta Patriot Muhaimin. Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan mengenai prioritas pejabat pemerintah daerah.

Di tengah tuntutan peningkatan disiplin aparatur dan pelayanan publik, absennya hampir seluruh unsur pimpinan dalam apel perdana awal pekan dinilai menjadi preseden yang layak mendapat perhatian.

Di sisi lain, pelaksanaan nonton bareng final Piala Dunia 2026 di Plaza Patriot Chandrabhaga memang berlangsung meriah.

Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan pertandingan antara Spanyol dan Argentina yang berakhir dengan kemenangan Spanyol 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu.

Kegiatan itu menjadi ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat.

Namun, muncul pertanyaan apakah agenda tersebut seharusnya mengganggu pelaksanaan tugas kedinasan pada hari berikutnya, terlebih ketika seluruh unsur pimpinan pemerintahan tidak hadir dalam apel yang menjadi simbol kedisiplinan birokrasi. (dul)