RSCM Gelar Skrining Bibir Sumbing Gratis, Edukasi Pentingnya Penanganan Sejak Dini

RSCM menggelar pemeriksaan bibir sumbing gratis untuk meningkatkan deteksi dini. Sekitar 9.000 bayi di Indonesia lahir dengan kondisi ini setiap tahun.

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:03 WIB
RSCM Gelar Skrining Bibir Sumbing Gratis, Edukasi Pentingnya Penanganan Sejak Dini
Direktur Medik dan Keperawatan RSCM, dr. Renan Sukmawan. Foto/RSCM for Hallonews

HALLONEWS.ID – Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) menggelar pemeriksaan bibir sumbing dan celah langit-langit mulut secara gratis sebagai bagian dari peringatan Cleft Craniofacial Awareness Month 2026, Sabtu (26/7/2026).

Program ini ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan skrining sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya penanganan sumbing sejak usia dini.

Direktur Medik dan Keperawatan RSCM, dr. Renan Sukmawan mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah rumah sakit dalam menjangkau lebih banyak pasien yang membutuhkan pemeriksaan awal maupun konsultasi terkait kelainan bawaan tersebut.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan skrining dan edukasi mengenai pentingnya penanganan yang tepat sejak dini,” kata Renan dalam keterangan tertulis kepada Hallonews, Minggu (26/7/2026).

Menurut dia, bibir sumbing dan celah langit-langit masih menjadi salah satu kelainan bawaan yang paling sering ditemukan pada bayi di Indonesia.

Setiap tahun diperkirakan sekitar 9.000 bayi lahir dengan kondisi tersebut dan tersebar di berbagai daerah di Tanah Air.

Kondisi itu tak hanya memengaruhi bentuk wajah, tetapi berpotensi mengganggu kemampuan bayi dalam menyusu, berbicara, pendengaran, kesehatan gigi dan mulut, pertumbuhan tulang wajah, hingga perkembangan psikologis anak jika tidak ditangani secara optimal.

Renan menegaskan, penanganan pasien sumbing tidak cukup dilakukan melalui operasi semata.

Dibutuhkan pendampingan jangka panjang dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu agar pasien dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSCM melalui Cleft Craniofacial Center (CCC) menyediakan layanan terpadu melibatkan dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik, spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher (THT-KL), dokter rehabilitasi medik, hingga dokter gigi spesialis ortodonti.

Melalui pendekatan multidisiplin tersebut, setiap peserta menjalani pemeriksaan menyeluruh, evaluasi klinis, serta mendapatkan rekomendasi terapi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Selain pemeriksaan kesehatan, keluarga pasien juga memperoleh edukasi mengenai tahapan penanganan sumbing sejak bayi hingga dewasa.

Materi yang diberikan mencakup pentingnya rehabilitasi, pemantauan tumbuh kembang, hingga kontrol berkala agar hasil pengobatan berjalan optimal.

RSCM berharap kegiatan ini dapat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa penanganan bibir sumbing memerlukan pendekatan yang komprehensif, berkelanjutan, dan melibatkan berbagai tenaga medis demi meningkatkan kualitas hidup pasien. (dul)