BGN Luncurkan Sistem Digital MBG, Orangtua Murid Bisa Awasi Menu hingga Dapur Penyedia Secara Langsung

BGN siapkan sistem digital MBG agar orang tua memantau menu, dapur penyedia, sekolah penerima, dan layanan secara transparan real time.

Selasa, 28 Juli 2026 - 9:13 WIB
BGN Luncurkan Sistem Digital MBG, Orangtua Murid Bisa Awasi Menu hingga Dapur Penyedia Secara Langsung
Wakil BGN Trenggono, Kepala BGN Sudaryono, dan Juru Bicara BGN Agustina Arumsari. (Foto: BGN for Hallonews)

HALLONEWS.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengembangkan sistem transparansi digital untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memungkinkan masyarakat, khususnya orang tua peserta didik, memantau pelaksanaan program secara langsung dan real time.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan inovasi tersebut menjadi bagian dari transformasi tata kelola MBG agar lebih terbuka, akuntabel, dan mudah diakses. Sistem digital itu akan mengintegrasikan berbagai informasi penting, mulai dari sekolah penerima manfaat, menu makanan harian, hingga dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyiapkan makanan.

“Kami sedang mengembangkan sistem agar masyarakat dapat terlibat dalam pengawasan pelaksanaan MBG. Orang tua nantinya dapat mengetahui sekolah mana yang menerima layanan, menu apa yang disajikan setiap hari, makanan tersebut dimasak di dapur mana, hingga siapa Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab. Transparansi ini menjadi bagian dari upaya kami membangun tata kelola yang lebih baik,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Melalui portal digital tersebut, orang tua cukup masuk menggunakan identitas peserta didik untuk memperoleh informasi mengenai pelaksanaan Program MBG secara real time. Selain menu makanan setiap hari, sistem juga akan menampilkan lokasi SPPG, identitas Kepala SPPG, serta cakupan layanan yang diberikan kepada sekolah penerima manfaat.

Tidak hanya untuk orang tua, BGN juga menyiapkan **dashboard** publik yang memuat informasi lebih luas mengenai implementasi Program MBG di seluruh Indonesia. Dashboard tersebut akan menyajikan data jumlah SPPG yang telah beroperasi, persebarannya di berbagai daerah, sekolah yang dilayani, hingga perkembangan pelaksanaan program secara nasional.

Menurut Sudaryono, keterbukaan informasi menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat pengawasan publik sekaligus menjaga kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis.

“Kami ingin mengubah sistem yang sebelumnya banyak dilakukan secara manual menjadi sistem digital yang lebih mudah, transparan, dan nyaman bagi semua pihak. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi bertanya secara manual karena seluruh informasi dapat diakses melalui sistem,” katanya.

Ia menambahkan, digitalisasi juga akan memperkuat akuntabilitas Kepala SPPG sebagai penanggung jawab operasional di setiap dapur MBG. Dengan informasi yang terbuka, masyarakat dapat mengetahui secara jelas pihak yang bertanggung jawab atas layanan di setiap wilayah, sehingga mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program.

BGN berharap sistem transparansi digital tersebut dapat segera dioperasikan sehingga masyarakat memiliki akses informasi yang lebih cepat, mudah, dan akurat, sekaligus mendukung tata kelola Program Makan Bergizi Gratis yang semakin profesional dan terpercaya. (agn)