Air Sempat Bau dan Berminyak, Tirta Benteng Klaim Kini Sudah Aman
Perumda Tirta Benteng mengklaim kualitas air yang kembali mengalir ke pelanggan telah aman, setelah sempat terdeteksi pencemaran yang memicu penghentian total distribusi.

HALLONEWS.ID – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng memastikan kualitas air yang kembali dialirkan ke pelanggan telah aman dan memenuhi standar baku mutu, usai gangguan pencemaran yang terdeteksi pada Senin (9/2/2025) malam.
Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Joko Surana mengungkapkan, pencemaran bermula dari aliran air baku di kawasan Cikokol, Kabupaten Tangerang, yang ditandai bau menyengat, kandungan minyak, serta kematian ikan secara mendadak.
“Tak berselang lama, indikasi serupa turut terdeteksi pada aliran air milik Tirta Benteng sekitar pukul 22.30 WIB,” katanya dalam keterangan diterima pada Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, pencemaran tersebut diduga kuat berasal dari polutan akibat kebakaran gudang kimia di wilayah Tangerang Selatan.
Menyikapi kondisi itu, kata dia, Tirta Benteng langsung menghentikan total distribusi air guna mencegah risiko bagi pelanggan.
“Pemantauan dilakukan secara ketat setiap 15 hingga 30 menit,” ujarnya.
Ia mengatakan, hasilnya, pada pukul 00.00 WIB, air baku dinyatakan kembali normal tanpa indikasi bahan kimia berbahaya maupun bau.
“Seluruh air yang sempat tercemar langsung dibuang ke laut dan diganti dengan air baku baru sesuai standar kualitas,” ucapnya.
Selain itu, distribusi air kembali dilakukan secara bertahap mulai pukul 05.00 WIB dan pada pukul 08.00 WIB air mulai mengalir ke rumah pelanggan.
Sementara wilayah ujung jaringan seperti Pondok Bahar dan Jatiuwung mengalami keterlambatan akibat panjangnya jalur pipa.
Ia menegaskan, air yang saat ini diterima pelanggan telah melewati proses pengawasan ketat dan dipastikan aman secara fisika maupun kimia.
“Masyarakat diimbau tetap tenang dan segera melapor jika masih menemukan gangguan distribusi atau kualitas air,” pungkasnya. (fer)
