BMKG Warning Cuaca Ekstrem, Puasa Perdana di Jabodetabek Diprediksi Basah
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang di Jabodetabek pada hari pertama puasa Ramadan 1447 H, disertai petir di Jakarta dini hari.

HALLONEWS.ID – Hari pertama puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Kamis (19/2) diperkirakan berlangsung di bawah payung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan ringan hingga sedang melanda sebagian besar wilayah Jabodetabek.
Di Jakarta, hujan disertai petir diperkirakan terjadi sejak dini hari hingga sekitar pukul 01.00 WIB. Setelah itu, sebagian wilayah ibu kota diprediksi berawan, namun Jakarta Utara masih berpotensi diguyur hujan ringan.
Sementara di Kepulauan Seribu berpeluang kembali mengalami hujan disertai petir pada siang hari. Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Hujan ringan diperkirakan menemani aktivitas puasa masyarakat, dengan suhu udara berkisar 22–28 derajat Celsius dan tingkat kelembapan tinggi, mencapai 78–99%. Kondisi ini berpotensi memicu cuaca terasa lebih dingin dan lembap, terutama pada pagi dan malam hari.
BMKG menjelaskan, hujan yang meluas dipicu oleh aktifnya Monsun Asia yang membawa massa udara lembap ke wilayah Indonesia. Selain itu, Indeks Surge diprediksi turut memperkuat suplai uap air dalam beberapa hari ke depan, meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.
Faktor regional juga memperkuat dinamika atmosfer. Sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Hindia barat daya Lampung serta perairan barat Kalimantan Barat. Dengan kelembapan udara yang tinggi, kondisi ini berpotensi meningkatkan curah hujan termasuk Pulau Jawa.
Di tingkat global, indikator Southern Oscillation Index (SOI) dan Nino3.4 menunjukkan fase La Nina lemah, yang secara historis berkorelasi dengan peningkatan curah hujan di Indonesia.
Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) juga diperkirakan aktif di fase Samudera Hindia, yang dapat memperkuat pembentukan awan hujan secara luas dalam sepekan ke depan.
Dampak ke Aktivitas Ekonomi dan Mobilitas
Cuaca basah di awal Ramadan berpotensi mempengaruhi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga aktivitas ekonomi harian, terutama sektor transportasi dan perdagangan ritel. Pelaku usaha dan masyarakat diimbau mengantisipasi potensi gangguan akibat hujan.
BMKG mengimbau masyarakat Jabodetabek tetap waspada terhadap potensi hujan disertai petir dan angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari. Umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa juga disarankan menyesuaikan aktivitas luar ruang dengan kondisi cuaca. (dul)
