Botol Plastik hingga Minyak Jelantah Bisa Jadi Biaya Bikin SIM, Begini Caranya

Polres Metro Bekasi meluncurkan program Green Service yang memungkinkan warga membayar biaya pembuatan dan perpanjangan SIM menggunakan hasil tabungan sampah.

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:49 WIB
Botol Plastik hingga Minyak Jelantah Bisa Jadi Biaya Bikin SIM, Begini Caranya
Hallonews/Abdullah M foto: Polres Metro Bekasi meluncurkan program Green Service.

HALLONEWS.ID – Warga Bekasi kini memiliki cara unik untuk membayar biaya pembuatan maupun perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM). Melalui program Green Service, masyarakat dapat memanfaatkan hasil tabungan sampah anorganik untuk membiayai pengurusan SIM.

Program inovatif tersebut resmi diperkenalkan Polres Metro Bekasi pada Kamis (4/6/2026) sebagai upaya menggabungkan pelayanan publik dengan gerakan peduli lingkungan.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni menjelaskan, masyarakat cukup menyetorkan sampah anorganik ke Bank Sampah yang telah bekerja sama dalam program tersebut. Sampah yang disetor ditimbang dan dikonversi menjadi nilai ekonomi yang masuk ke tabungan nasabah.

“Dana hasil tabungan itu nantinya dapat digunakan untuk membayar biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam proses pembuatan maupun perpanjangan SIM,” kata Sumarni, Kamis (4/6/2026).

Menurut Sumarni, jenis sampah yang diterima antara lain minyak jelantah, botol plastik, tutup botol plastik, hingga kardus bekas yang selama ini kerap dianggap tidak memiliki nilai.

Dalam program ini, minyak jelantah dihargai Rp7.000 per kilogram, tutup botol plastik Rp5.000 per kilogram, botol plastik Rp3.000 per kilogram, dan kardus Rp1.800 per kilogram.

“Semakin banyak sampah yang berhasil dikumpulkan dan ditabung, semakin besar pula saldo yang dapat dimanfaatkan untuk membayar biaya pengurusan SIM,” ungkapnya.

Tak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, program Green Service juga diharapkan menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah.

Polres Metro Bekasi menilai sampah yang dikelola dengan baik tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan administrasi masyarakat.

Karena itu, warga diimbau mulai memilah sampah anorganik di rumah masing-masing dan menabungnya melalui Bank Sampah agar dapat merasakan manfaat langsung dari program tersebut. (dul)