Cemburu Mematikan di Cipayung: Wanita Tewas Dibunuh Suami Siri, Pelaku WNA Irak Ditangkap

Polisi mengungkap motif pembunuhan wanita di Cipayung, Jakarta Timur. Pelaku yang merupakan suami siri korban nekat menghabisi nyawa karena cemburu dan tak terima hubungan diakhiri.

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:05 WIB
Cemburu Mematikan di Cipayung: Wanita Tewas Dibunuh Suami Siri, Pelaku WNA Irak Ditangkap
Polisi melakukan olah TKP di kontrakan Jalan Daman I Nomor 39, RT 008 RW 002, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Foto: Polrestro Jaktim for Hallonews.

HALLONEWS.ID – Kasus pembunuhan seorang wanita di dalam kontrakan kawasan Cipayung, Jakarta Timur, akhirnya berhasil diungkap pihak kepolisian.

Pelaku yang diketahui merupakan mantan suami siri korban telah diringkus aparat di wilayah Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, tanpa perlawanan.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Alfian Nurrizal, mengungkapkan bahwa tersangka merupakan warga negara asing (WNA) asal Irak.

Polisi sekaligus meluruskan informasi yang sebelumnya simpang siur terkait identitas pelaku.

“Dari hasil penyelidikan sementara, motif pembunuhan diduga dipicu konflik asmara,” ujar Alfian saat dikonfirmasi, Minggu (22/3/2026).

Menurutnya, korban berencana mengakhiri hubungan dengan pelaku. Namun, hal tersebut ditolak hingga memicu emosi yang berujung pada aksi pembunuhan.

“Korban ingin mengakhiri hubungan, namun pelaku tidak terima hingga akhirnya melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” jelasnya.

Peristiwa tragis itu diduga terjadi pada Kamis malam. Namun, jasad korban baru ditemukan dua hari kemudian di dalam kontrakan yang terkunci.

Kasus ini terungkap setelah keluarga korban merasa curiga karena korban tidak dapat dihubungi. Saat pintu kontrakan dibuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kondisi mengenaskan dengan darah yang telah mengering.
Saat ini, polisi menjerat pelaku dengan pasal berlapis dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam kasus tersebut.
“Kami masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap seluruh fakta dalam kasus ini,” pungkasnya.
(fer)