Dirut Perumda Trans Pakuan Mundur, DPRD Soroti Masalah Lama dan Arah Bisnis yang Belum Jelas
Dirut Perumda Trans Pakuan mengundurkan diri di tengah kondisi keuangan belum stabil dan persoalan lama. DPRD minta arah bisnis segera diperjelas.

HALLONEWS.ID – Perumda Trans Pakuan kembali menjadi sorotan publik setelah direktur utamanya resmi mengundurkan diri dari jabatan.
Pengunduran diri tersebut terjadi di tengah berbagai persoalan internal yang hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan, mulai dari kondisi keuangan hingga arah bisnis perusahaan.
Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, membenarkan kabar tersebut, meski belum merinci alasan di balik keputusan tersebut.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, menyampaikan bahwa pengunduran diri dilakukan atas alasan pribadi dan keluarga.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Achmad Rifki Alaydrus, menilai kondisi perusahaan saat ini belum stabil.
Ia menyebut persoalan yang dihadapi merupakan akumulasi masalah lama yang belum terselesaikan.
“Permasalahan Trans Pakuan ini masalah lama yang belum selesai. Sekarang ditambah dengan mundurnya direktur utama,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Salah satu kendala utama adalah kondisi keuangan yang belum sehat. Perusahaan masih dibebani kewajiban finansial dari masa lalu, termasuk pembayaran kepada mantan karyawan akibat sengketa hubungan industrial.
Beban tersebut membuat ruang gerak perusahaan menjadi terbatas untuk berkembang secara mandiri.
Di sisi lain, pengelolaan layanan transportasi seperti program BisKita belum sepenuhnya berada di tangan perusahaan. Saat ini, Perumda Trans Pakuan hanya memperoleh pendapatan dari biaya pengelolaan yang relatif kecil.
Hal ini dinilai belum cukup untuk menopang operasional secara optimal.
DPRD sebelumnya mendorong penerapan skema Bus Management Company (BMC) agar perusahaan dapat mengelola layanan transportasi secara lebih mandiri. Namun, rencana tersebut belum terealisasi karena keterbatasan finansial.
Selain persoalan keuangan, arah bisnis utama perusahaan juga dinilai belum jelas.
Pemkot Bogor didorong segera menentukan fokus usaha, apakah tetap pada sektor transportasi publik atau mengembangkan lini usaha lain seperti jasa pendukung dan pengelolaan aset.
Sebagai BUMD di sektor transportasi, Perumda Trans Pakuan dikenal mengelola layanan bus terintegrasi di wilayah Bogor dan sekitarnya. Perusahaan juga memiliki unit usaha lain seperti jasa derek, bengkel, hingga pengelolaan aset.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari direktur utama yang mengundurkan diri. Namun, sejumlah aktivitas perpisahan telah terlihat melalui media sosial resmi perusahaan.
Pengunduran diri ini menambah tantangan bagi perusahaan, yang kini dihadapkan pada kebutuhan mendesak untuk melakukan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi keuangan maupun strategi bisnis ke depan. (opy)
