DPRD DKI Dorong Percepatan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Jakarta
Program bedah rumah di Jakarta dinilai perlu diperluas. DPRD mendorong pendataan ulang agar intervensi lebih tepat sasaran.

HALLONEWS.ID– Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mendorong Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta untuk memperkuat intervensi terhadap rumah tidak layak huni di Kota Jakarta.
Ia menilai, masih banyak hunian warga yang membutuhkan perbaikan, terutama pada bagian atap dan struktur bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Yuke menjelaskan, masyarakat dapat mengakses program bedah rumah melalui mekanisme berjenjang, mulai dari tingkat RT/RW, kelurahan, hingga pengajuan ke Baznas Bazis DKI Jakarta.
“Program tersebut terbuka bagi warga yang memenuhi kriteria,” katanya kepada wartawan Senin (16/3/2026).
Yuke juga meminta pendataan menyeluruh terhadap rumah tidak layak huni agar penanganan lebih terukur dan tepat sasaran.
“Standar utama program ini adalah memastikan rumah aman dan layak ditempati, bukan semata estetika bangunan,” ujarnya.
Dalam aspek pembiayaan, Yuke mendorong diversifikasi sumber pendanaan agar tidak bergantung pada satu lembaga.
Ia membuka peluang keterlibatan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan program.
Sementara itu, anggota Komisi B Wa Ode Herlina mengapresiasi kontribusi Badan Usaha Milik Daerah melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Sejumlah BUMD seperti Perumda Dharma Jaya dan PAM Jaya dinilai telah membantu percepatan perbaikan rumah warga berpenghasilan rendah,” jelas Wa Ode.
“Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperluas cakupan program bedah rumah sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat di Jakarta,” tambahnya. (fer)
