Enam Kabupaten di Kalteng Jadi Prioritas Swasembada Pangan Nasional

Kemenko Pangan mempercepat pembangunan kawasan ketahanan pangan Kalimantan Tengah dengan fokus enam kabupaten untuk mendukung swasembada pangan nasional berkelanjutan.

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:15 WIB
Enam Kabupaten di Kalteng Jadi Prioritas Swasembada Pangan Nasional
Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq usai rapat koordinasi terbatas yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama sejumlah kementerian dan lembaga di Jakarta. Foto: Hallonews/Prana

HALLONEWS.ID – Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) mempercepat pembangunan Kawasan Sentra Ketahanan Pangan, Energi, dan Air (KSPEAN) di Kalimantan Tengah dengan memusatkan pengembangan tahap awal pada enam kabupaten yang dinilai memiliki potensi terbesar mendukung ketahanan pangan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq kepada wartawan usai rapat koordinasi terbatas yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama sejumlah kementerian dan lembaga di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Wamenko Hanif mengatakan percepatan pembangunan kawasan tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 yang menugaskan pemerintah menyiapkan kawasan sentra ketahanan pangan, energi, dan air di Kalimantan Tengah.

Menurut Hanif, proyek tersebut sebenarnya telah dimulai sejak 1995 dan berlanjut pada 1999 serta 2020. Namun hingga kini, hasil yang dicapai belum memenuhi target yang diharapkan sehingga diperlukan pendekatan baru yang lebih terintegrasi.

Pemerintah kini menyusun langkah percepatan bersama berbagai kementerian, di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, serta didukung Kejaksaan Agung guna memastikan pelaksanaan proyek berjalan lebih efektif.

“Dalam tahap awal, pembangunan akan diprioritaskan pada lahan di luar kawasan hutan yang telah memiliki kajian teknis sejak 2020, baik yang disusun oleh Bappenas maupun kementerian terkait. Seluruh pelaksanaan juga akan dilengkapi dengan manajemen risiko agar pembangunan berlangsung lebih terukur dan akuntabel,” ujarnya.

Hanif menjelaskan, pengembangan kawasan ini tidak hanya menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan di Papua Selatan, tetapi juga menjadi strategi nasional yang mencakup empat provinsi prioritas.

Ia menambahkan, kawasan yang dikembangkan mencakup sebagian wilayah bekas Proyek Lahan Gambut (PLG) satu juta hektare di Kalimantan Tengah. Meski tersebar di sejumlah daerah, pemerintah akan memulai pembangunan secara bertahap dengan fokus pada enam kabupaten strategis.

Menurut Hanif, sejumlah pekerjaan fisik sebenarnya telah berjalan. Kementerian Pekerjaan Umum dan beberapa kementerian lainnya telah memulai berbagai program di lapangan.

“Ke depan, seluruh kegiatan tersebut akan diintegrasikan dalam satu koordinasi lintas kementerian agar pembangunan kawasan sentra ketahanan pangan, energi, dan air dapat berjalan lebih efektif serta menghasilkan dampak maksimal bagi pencapaian swasembada pangan nasional,” pungkasnya. (agn)