Evakuasi Rampung, Korban Tewas Tabrakan Kereta di Bekasi Jadi 15 Orang
Kecelakaan kereta di Bekasi menewaskan 15 orang dan melukai puluhan lainnya. Evakuasi selesai, namun layanan KRL masih dibatasi

HALLONEWS.ID – Proses evakuasi kecelakaan kereta api antara KRL Commuter Line dan KA jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur akhirnya rampung.
Insiden tragis ini menewaskan 15 orang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, memastikan proses evakuasi telah selesai 100 persen, termasuk pelepasan lokomotif KA dari rangkaian KRL yang terdampak.
“Evakuasi sudah kami lakukan sepenuhnya. Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek juga sudah terlepas dari rangkaian KRL, dan jalur hilir sudah bisa kembali beroperasi normal,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Meski demikian, operasional KRL di lintas tersebut masih mengalami pembatasan. Untuk sementara waktu, perjalanan KRL hanya melayani hingga Stasiun Bekasi dan belum kembali normal di Bekasi Timur.
Data terbaru dari Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 15 orang meninggal dunia akibat insiden ini. Selain itu, puluhan korban lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Sebagai bentuk respons cepat, KAI telah membuka posko tanggap darurat di area stasiun dan menyediakan layanan call center 121 bagi masyarakat yang membutuhkan informasi.
Posko tersebut rencananya akan beroperasi selama 14 hari ke depan dan juga tersedia di Stasiun Gambir.
Kecelakaan bermula saat KRL relasi Bekasi–Cikarang mengalami gangguan setelah menabrak kendaraan di perlintasan sebidang. Rangkaian kemudian berhenti di jalur.
Tak lama berselang, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak sempat berhenti sempurna hingga akhirnya menabrak KRL yang sedang berhenti.
Benturan keras menyebabkan kerusakan parah pada rangkaian kereta dan menimbulkan korban jiwa.
Pemerintah dan pihak terkait kini fokus pada penanganan korban serta evaluasi menyeluruh sistem keselamatan transportasi kereta api, khususnya di perlintasan sebidang.
Masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi resmi serta berhati-hati saat melintasi jalur kereta guna mencegah kejadian serupa. (dul)
