Hoaks! BGN Tegaskan Kematian Balita Cianjur Bukan Karena Program MBG

Badan Gizi Nasional pastikan kematian balita di Cianjur tidak terkait Program MBG, tegaskan makanan aman dan layak konsumsi.

Senin, 27 April 2026 - 10:45 WIB
Hoaks! BGN Tegaskan Kematian Balita Cianjur Bukan Karena Program MBG
Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menyatakan informasi yang beredar di masyarakat tidak sesuai fakta. Foto: BGN for Hallonews 

HALLONEWS ID – Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa kabar meninggalnya seorang balita penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cianjur akibat konsumsi makanan program tersebut tidak benar.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, memastikan informasi yang beredar di masyarakat tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Tidak benar meninggalnya bayi usia 2 tahun di Cianjur karena Program MBG,” ujar Nanik dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (26/4/2026).

Kronologi Konsumsi dan Munculnya Gejala

Nanik menjelaskan, makanan MBG disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukasirna 02 Leles pada 14 April 2026 dan dikonsumsi langsung pada hari yang sama. Menu yang diberikan meliputi mi kecap, telur dadar, susu, dan buah.

Pada malam hari dan keesokan paginya, orang tua anak memberikan tambahan makanan berupa apel dan susu formula yang dibeli secara mandiri di luar program MBG.

Gejala baru muncul dua hari kemudian, tepatnya pada 16 April 2026, ketika anak mengalami muntah dan diare. Menurut Nanik, dari total 2.174 penerima manfaat yang menerima makanan pada hari yang sama, tidak ada laporan gangguan kesehatan serupa.

“Hal ini menjadi indikator bahwa makanan yang disalurkan dalam kondisi aman dan layak konsumsi,” jelasnya.

Ia menambahkan, anak tersebut terakhir mengonsumsi MBG pada 14 April. Pada 15 April, anak tidak mengonsumsi makanan program karena menolak makan. Gejala baru muncul pada 16 April sekitar pukul 06.00 WIB.

Keterangan Keluarga

Secara terpisah, ayah almarhum, Sahjanudin (41), juga menegaskan bahwa kematian anaknya tidak berkaitan dengan Program MBG.

“Kematian anak saya murni karena sakit. Tidak ada hubungannya dengan dapur MBG,” ujarnya.

Komitmen Pengawasan Program

BGN turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya balita tersebut. Lembaga ini menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi ketat terhadap pelaksanaan Program MBG guna memastikan keamanan dan kualitas makanan bagi seluruh penerima manfaat.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” tutup Nanik. (agn)