Imbas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Perjalanan dari Gambir dan Senen Dihentikan
Kecelakaan kereta di Bekasi Timur membuat operasional KA dihentikan. 4 tewas, puluhan luka, evakuasi korban masih berlangsung dramatis.

HALLONEWS.ID – Aktivitas perjalanan kereta api menuju wilayah Bekasi lumpuh total setelah terjadi kecelakaan hebat antara CommuterLine dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam sekitar pukul 20.53 WIB.
Dampak dari insiden ini memaksa PT KAI menghentikan sementara seluruh perjalanan kereta dari dan menuju Bekasi, termasuk keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen dan Gambir.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan penghentian operasional dilakukan demi keselamatan serta kelancaran proses evakuasi di lokasi kejadian.
“Saat ini operasional kereta api untuk sementara kami hentikan, baik dari Pasar Senen maupun Gambir,” kata Anne di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Kecelakaan tersebut menimbulkan korban jiwa dan luka. Sebanyak 38 penumpang CommuterLine telah dievakuasi ke rumah sakit, dengan empat orang dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, seluruh penumpang Kereta Argo Bromo Anggrek yang berjumlah sekitar 240 orang dipastikan selamat. Mereka kemudian dievakuasi dan diberangkatkan kembali menuju Stasiun Gambir menggunakan armada bus.
Di sisi lain, proses penyelamatan masih berlangsung dramatis. Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengungkapkan, petugas masih berupaya mengevakuasi korban yang terjebak di dalam gerbong yang mengalami kerusakan parah.
“Ada sekitar enam hingga tujuh orang yang masih terjepit di gerbong paling belakang CommuterLine,” kata Asep.
Kondisi gerbong yang hancur akibat benturan keras menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Tim Basarnas harus melakukan pemotongan badan gerbong untuk menjangkau korban.
“Prosesnya cukup sulit karena harus memotong bagian gerbong, tapi kami terus upayakan agar korban bisa segera diselamatkan,” kata Asep.
Hingga Selasa dini hari, aparat kepolisian dan tim penyelamat masih berjibaku di lokasi kejadian. Evakuasi dilakukan secara intensif dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan dan ditangani. (dul)
