Kapolda: Petugas Harus Memotong Gerbong untuk Evakuasi Korban

Tabrakan CommuterLine dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur menewaskan 7 orang. Sejumlah penumpang masih terjepit dan proses evakuasi terus berlangsung.

Selasa, 28 April 2026 - 9:00 WIB
Kapolda: Petugas Harus Memotong Gerbong untuk Evakuasi Korban
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat meninjau lokasi kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Foto: Hallonews/Abdullah MS

HALLONEWS.ID – Kecelakaan kereta api terjadi di wilayah Bekasi setelah CommuterLine bertabrakan dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam sekitar pukul 20.53 WIB.

Peristiwa nahas tersebut menimbulkan korban jiwa. Hingga saat ini, empat orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 29 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengungkapkan, proses evakuasi masih terus dilakukan. Petugas gabungan menghadapki tantangan besar karena masih ada penumpang yang terjebak di dalam gerbong.

“Masih ada sekitar enam sampai tujuh orang yang terjepit di gerbong paling belakang CommuterLine,” kata Asep di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, kondisi gerbong yang ringsek akibat benturan keras membuat proses penyelamatan menjadi lebih sulit. Tim dari Basarnas saat ini tengah melakukan pemotongan badan gerbong untuk mengevakuasi korban yang masih terjepit.

“Kesulitannya ada pada proses pemotongan gerbong. Tapi kami upayakan secepat mungkin agar korban bisa segera dievakuasi,” katanya.

Hingga Selasa (28/4) pukul 00.51 WIB, aparat kepolisian bersama tim penyelamat terus bekerja di lokasi kejadian. Proses evakuasi masih berlangsung intensif dengan harapan seluruh korban dapat segera diselamatkan. (dul)