IPB University Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual, Libatkan Mahasiswa dalam Penanganan Kasus

IPB University menegaskan komitmennya menciptakan kampus aman dari kekerasan seksual dengan melibatkan mahasiswa dalam penanganan kasus secara transparan dan akuntabel.

Jumat, 17 April 2026 - 21:45 WIB
IPB University Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual, Libatkan Mahasiswa dalam Penanganan Kasus
Pimpinan IPB University berdialog dengan mahasiswa untuk memperkuat pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Foto: Humas IPB for Hallonews.id

HALLONEWS.ID – IPB University menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, termasuk pelecehan seksual.

Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menegaskan bahwa pihak kampus tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan seksual dalam kondisi apa pun.

“Kami berdiri bersama korban, melindungi, memulihkan, dan memastikan hak-haknya terpenuhi tanpa kompromi. Kampus harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bermartabat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, IPB University terus memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kasus secara menyeluruh dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi mahasiswa.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pimpinan kampus menggelar dialog terbuka bersama mahasiswa pada Jumat (17/4/2026) di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga. Kegiatan ini dihadiri ratusan mahasiswa dan menjadi ruang diskusi langsung antara mahasiswa dan pihak rektorat.

Direktur Kerja Sama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Alfian Helmi, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa merupakan bagian penting dalam membangun sistem penanganan kasus yang kredibel.

“Pelibatan mahasiswa menjadi bagian dari komitmen transparansi dan akuntabilitas, agar proses berjalan terbuka dan berkeadilan,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan tersebut dilakukan melalui komunikasi intensif dengan organisasi dan perwakilan mahasiswa, guna memastikan setiap proses berjalan secara profesional sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi.

Dialog ini bertujuan untuk memperkuat transparansi dalam penanganan kasus, menyediakan ruang aman bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, serta menyempurnakan kebijakan dan prosedur ke depan.

IPB University juga memastikan bahwa setiap laporan ditangani secara profesional dengan mengedepankan prinsip kerahasiaan, perlindungan korban, dan keadilan bagi semua pihak. Berbagai unit dan mekanisme internal pun terus diperkuat untuk memastikan respons yang cepat dan sensitif terhadap korban.

Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IPB University, Muhammad Abdan Rofi, mengapresiasi langkah kampus yang membuka ruang dialog secara langsung dengan mahasiswa.

“Dari saya sangat bersyukur, kami dapat difasilitasi untuk bertemu langsung dengan para pemangku kebijakan,” ujarnya.

Menurutnya, dalam pertemuan tersebut tidak hanya dibahas aspek teknis penanganan kasus, tetapi juga penyusunan regulasi hingga tingkat implementasi.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi dan mahasiswa dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman.

“Harapannya kita bisa menjadi co-creator untuk mewujudkan ruang aman ini bersama-sama, tidak hanya dari institusi, tetapi juga dengan keterlibatan mahasiswa,” tambahnya.

Melalui pendekatan partisipatif ini, IPB University berharap dapat membangun ekosistem kampus yang tidak hanya tegas terhadap pelanggaran, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan dan suara mahasiswa. (opy)