Kemarau Panjang Picu Kekeringan di 10 Kecamatan Bogor, 22.065 Jiwa Kesulitan Air Bersih
Kemarau panjang yang melanda Bogor sejak awal Juni 2026 menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah. TMA bendungan Katulampa hanya 10 cm.

HALLONEWS.ID – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bogor sejak awal Juni 2026 menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 22.065 jiwa yang tersebar di 17 desa di 10 kecamatan terdampak kekeringan.
Selain berdampak pada kebutuhan air bersih warga, minimnya curah hujan di kawasan hulu Puncak Bogor juga menyebabkan tinggi muka air (TMA) Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa turun drastis hingga hanya mencapai 10 sentimeter.
Kondisi tersebut membuat debit air menyusut dan mengakibatkan sejumlah ikan di aliran sungai mati.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengatakan berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, sebanyak 6.333 kepala keluarga (KK) atau 22.065 jiwa mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
“Jika ditotal, yang terdampak sebanyak 6.333 KK. Total jiwa terdampak sebanyak 22.065 jiwa,” ujar Adam, Selasa (14/7/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD bersama pihak terkait telah menyalurkan bantuan air bersih ke 41 titik terdampak.
Hingga 11 Juli 2026, total air bersih yang didistribusikan mencapai 200 ribu liter atau setara 40 ritase mobil tangki.
“Total titik distribusi 41 titik, total keseluruhan pendistribusian air bersih sampai saat ini sebanyak 200.000 liter atau 40 ritase,” jelas Adam.
Ia menambahkan, data tersebut merupakan akumulasi laporan sejak 10 Juni hingga 11 Juli 2026 dan belum termasuk penyaluran bantuan yang dilakukan pada Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, pada hari ini BPBD kembali menyalurkan bantuan air bersih ke tiga desa yang berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Rancabungur, Kecamatan Babakan Madang, dan Kecamatan Leuwisadeng.
BPBD Kabupaten Bogor terus memantau perkembangan dampak musim kemarau serta mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak.
Distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan di wilayah yang mengalami kekeringan. (opy)
