Kemenaker Genjot Sertifikasi SDM Maritim untuk Perkuat Pertahanan
Kemenaker menegaskan sertifikasi kompetensi menjadi kunci peningkatan kualitas SDM maritim dan pertahanan agar lebih profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.

HALLONEWS.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menilai penguatan sertifikasi kompetensi menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor pertahanan dan keamanan maritim.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, mengatakan keberadaan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) memiliki fungsi strategis sebagai acuan untuk memastikan tenaga kerja memiliki kemampuan profesional yang sesuai dengan kebutuhan organisasi modern.
Menurutnya, sertifikasi kompetensi tidak sekadar menjadi formalitas administrasi, tetapi merupakan bagian dari sistem penjaminan mutu nasional agar setiap personel memiliki kapasitas kerja yang terukur, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
“Sertifikasi kompetensi menjadi instrumen penting untuk memastikan SDM memiliki kemampuan profesional sesuai standar yang dibutuhkan,” ujar Afriansyah dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan tantangan global, termasuk dinamika geopolitik dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, menuntut peningkatan kualitas personel di sektor maritim, terutama di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut.
Karena itu, menurut dia, penguatan kompetensi dan sistem sertifikasi menjadi kebutuhan penting agar personel memiliki kesiapan menghadapi tantangan keamanan maritim yang terus berkembang.
Afriansyah menilai posisi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia membuat sektor maritim memiliki nilai strategis, baik dari sisi pertahanan nasional maupun jalur perdagangan internasional.
Ia menekankan perlunya sistem pertahanan maritim yang kuat dan modern untuk menjaga wilayah laut Indonesia yang sangat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Afriansyah juga mengapresiasi kerja sama antara TNI Angkatan Laut dan Lembaga Sertifikasi Profesi TNI AL dalam memperkuat sistem sertifikasi profesi berbasis standar kompetensi nasional.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, industri, dan institusi sertifikasi menjadi kunci dalam mencetak SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat global.
Ia menambahkan kolaborasi lintas sektor perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas melalui pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.(agn)
