Peternakan Ayam di Cariu Bogor Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Kebakaran melanda peternakan ayam di Kecamatan Cariu, Bogor, Selasa dini hari. Api diduga berasal dari korsleting listrik.

HALLONEWS.ID – Sebuah peternakan ayam di Kampung Pasanggrahan Legok Jambu, Desa Karyamekar, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, mengalami kebakaran pada Selasa (19/5/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut diduga dipicu korsleting listrik yang memunculkan percikan api di area kandang peternakan.
Api kemudian dengan cepat membesar setelah menyambar material mudah terbakar di sekitar lokasi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan percikan api mengenai sekam padi yang berada di dalam area kandang sehingga kobaran api cepat merembet ke seluruh bangunan.
Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Warga yang melihat kobaran api segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Damkar Sektor Cariu untuk meminta bantuan pemadaman.
Petugas kemudian berangkat menuju lokasi pada pukul 02.33 WIB dan tiba sekitar pukul 02.50 WIB. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga pukul 05.30 WIB.
Dalam proses penanganan, petugas mengalami kendala karena jarak tempuh menuju lokasi cukup jauh.
“Percikan api dari korsleting listrik menyambar bahan yang mudah terbakar berupa sekam padi, hingga api cepat merembet ke seluruh bangunan peternakan ayam,” ujarnya, Selasa (19/5/2026) siang.
Selain itu, kondisi jalan yang dipenuhi tanjakan dan turunan membuat proses mobilisasi kendaraan pemadam tidak dapat dilakukan secara maksimal.
Saat petugas tiba di lokasi, kondisi bangunan peternakan ayam sudah mengalami kerusakan parah. Atap seng kandang dilaporkan roboh setelah terbakar hebat.
Meski demikian, petugas berhasil mengendalikan api sehingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
Kerugian dan Dampak Kebakaran
Kebakaran tersebut menyebabkan bangunan kandang peternakan mengalami kerusakan berat dan aktivitas usaha peternakan terganggu.
Selain kerusakan fisik bangunan, pemilik peternakan juga berpotensi mengalami kerugian ekonomi akibat terhentinya produksi serta kerusakan fasilitas usaha.
“Setelah sampai di lokasi, tim segera melakukan penanganan dan penelusuran titik api. Kondisi bangunan peternakan ayam dengan atap seng saat itu sudah rubuh dan rata akibat terbakar,” jelasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, terutama pada area usaha yang memiliki banyak material mudah terbakar seperti sekam padi dan peralatan kandang.
Setelah proses pendinginan selesai dilakukan, situasi di lokasi dinyatakan aman dan kondusif. (opy)
