Kurir Shopee di Nanggung Kehilangan Motor dan 80 Paket Saat Antar Pesanan
Seorang kurir Shopee di Nanggung, Bogor, kehilangan motor beserta 80 paket saat mengantar pesanan pelanggan. Kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah.

HALLONEWS.ID – Seorang kurir ekspedisi Shopee mengalami musibah saat menjalankan tugas pengantaran paket di wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Motor yang digunakan untuk bekerja raib diduga dicuri ketika korban tengah mengantarkan pesanan pelanggan.
Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Cibeber Kulon, Desa Curugbitung, pada Jumat sore, 15 Mei 2026 sekitar pukul 16.55 WIB.
Korban diketahui bernama Muklis, seorang kurir yang telah bekerja selama sekitar satu setengah tahun.
Berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula ketika dirinya masuk ke gang untuk mengirim dua paket non-COD kepada pelanggan.
Setelah paket pertama berhasil diantarkan, ia kembali menuju lokasi parkir dan mendapati motornya masih berada di tempat semula.
Muklis kemudian melanjutkan pengantaran paket kedua yang lokasinya tidak jauh, sekitar 20 meter dari titik parkir kendaraan.
Namun, ketika kembali beberapa menit kemudian, motor miliknya sudah tidak berada di lokasi.
“Awal mulanya saya masuk ke gang untuk mengantar dua paket non COD. Setelah mengantar paket pertama, saya balik ke lokasi parkir motor dan masih ada motor saya,” ungkap Kurir Shopee Muklis dikutip wartawan media ini Selasa (19/5/2026).
Motor yang hilang merupakan Honda Beat Street berwarna hitam dengan nomor polisi F 4845 FKQ. Selain kendaraan, sejumlah paket yang masih berada di motor juga ikut hilang.
Akibat kejadian tersebut, sekitar 80 paket pelanggan yang belum sempat dikirim turut hilang bersama kendaraan korban.
Nilai barang diperkirakan mencapai Rp3,4 juta. Korban mengaku langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Nanggung guna proses penyelidikan lebih lanjut.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penelusuran terkait dugaan pencurian kendaraan beserta barang kiriman tersebut.
Kehilangan kendaraan kerja memberikan dampak besar bagi korban. Selain kehilangan alat utama untuk mencari nafkah, motor tersebut diketahui masih dalam masa cicilan sehingga korban tetap memiliki kewajiban membayar angsuran kepada pihak leasing.
Tidak hanya itu, hilangnya puluhan paket pelanggan juga berpotensi menimbulkan tanggung jawab penggantian kerugian barang. Kondisi tersebut membuat beban finansial korban semakin berat.
Peristiwa ini menjadi pengalaman pertama yang dialami Muklis selama bekerja sebagai kurir selama 1,5 tahun.
Ia berharap kendaraan dan barang kiriman dapat segera ditemukan, mengingat saat ini, dirinya sudah jatuh tertimpa tangga. (opy)
