Kepala BNN Ajak Kaum Muda Tegas Tolak Narkoba, Dorong Tren Hidup Sehat
Kepala BNN Suyudi Ario Seto mengajak para pelajar dan generasi tidak pernah ragu untuk menolak narkotika

HALLONEWS.ID — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, mengimbau para pelajar dan generasi agar tidak pernah ragu dan tidak takut menolak narkotika dalam bentuk apa pun. Ia menegaskan, penolakan terhadap narkoba bukan berarti tidak mengikuti perkembangan zaman.
Menurut Suyudi, tren saat ini justru mengarah pada kreativitas dan gaya hidup sehat. Berbagai aktivitas seperti lari bersama, jalan sehat, hingga olahraga padel dan tenis menjadi pilihan baru yang positif di tengah masyarakat. “Ini adalah tren baru. Kalau ada yang mengajak ke dunia kelam narkoba, itu sudah kuno dan ketinggalan zaman,” ujarnya dalam podcast di BNN Kota Surakarta, Kamis (15/1/2026).
Suyudi menambahkan, era digitalisasi harus disambut dengan program dan kegiatan yang sehat serta produktif. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membangun generasi yang berdaya saing dan berkarakter kuat.
Kepala BNN RI juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak berkecil hati dan tetap bersemangat. Ia menilai anak-anak Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi bagi masa depan bangsa.
“Indonesia Emas 2045 dan Indonesia Bersinar, Bersih Narkoba, akan terwujud jika kita bersama-sama menolak narkoba dan memilih gaya hidup sehat,” katanya.
Pada kunjungan ke BNN Surakarta, Kepala Badan Narkotika Nasional RI, Suyudi Ario Seto didampingi Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah. Pada kesempatan tersebut, Suyudi Ario Seto juga menggelar dialog terbuka dan interaktif bersama seluruh jajaran BNN Kota Surakarta.
Dialog tersebut membahas tantangan operasional di lapangan serta dinamika permasalahan narkotika di wilayah Surakarta yang terus berkembang seiring perubahan pola peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Jajaran BNN Kota Surakarta menyatakan bahwa mayoritas pengguna narkotika yang teridentifikasi berasal dari kalangan remaja. Bahkan, ditemukan satu kasus remaja yang memiliki riwayat penyalahgunaan narkoba sejak usia sekolah dasar.
Fakta tersebut menjadi perhatian serius Kepala BNN RI. Suyudi menekankan pentingnya penguatan langkah pencegahan sejak usia dini melalui edukasi yang masif dan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Menurutnya, tren penyalahgunaan narkotika pada usia muda merupakan alarm bagi seluruh pihak untuk memperkuat ketahanan generasi penerus bangsa. “Ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa penyalahgunaan narkoba sudah menyasar usia sangat dini, sehingga upaya pencegahan harus diperkuat sejak awal dengan melibatkan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat,” kata Suyudi. (gaa)
