Lemot Bangun SDN 09 Kebayoran Lama yang Ambruk, DPRD Semprot Pemprov DKI
Kesabaran DPRD DKI Jakarta terhadap lambannya pembangunan kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09 mulai habis. Hampir dua tahun setelah bangunan sekolah ambruk, para siswa masih harus menumpang belajar di sekolah lain.

HALLONEWS.ID – DPRD DKI Jakarta meluapkan kekecewaan terhadap lambannya penanganan pembangunan gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang ambruk sejak November 2024 namun hingga kini belum juga dibangun kembali. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya respons pemerintah terhadap fasilitas pendidikan yang seharusnya menjadi prioritas.
Saat meninjau lokasi sekolah, Kamis (23/7/2026), Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menegaskan kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan.
Ia bahkan menyampaikan permintaan maaf kepada para orang tua murid karena hak anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak terganggu akibat lambannya penanganan pemerintah.
“Permasalahan ini seharusnya tidak pernah terjadi,” ujar Wibi.
Sejak gedung sekolah ambruk pada November 2024, seluruh kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 pada jam siang. Skema tersebut dinilai hanya menjadi solusi sementara yang berdampak pada efektivitas pembelajaran dan kenyamanan siswa.
Karenanya, DPRD mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak lagi menunda pembangunan dengan alasan administratif.
Wibi meminta anggaran pembangunan ulang dimasukkan sebagai prioritas dalam APBD Perubahan 2026.
“Anggarannya harus diprioritaskan,” tegasnya.
Tak hanya pembangunan ulang, DPRD juga meminta Dinas Pendidikan dan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) mengusut penyebab ambruknya gedung sekolah.
Menurut Wibi, investigasi penting dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di sekolah lain. Ia juga mendesak pemerintah segera memetakan seluruh gedung sekolah yang sudah tua atau berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan guru.
Wibi mengingatkan ambisi Jakarta menjadi kota global akan kehilangan makna jika masih ada sekolah negeri yang terbengkalai bertahun-tahun tanpa kepastian pembangunan.
“Kita enggak mau Jakarta menuju kota global ada masalah-masalah seperti ini,” ujarnya.
Senada, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Chicha Koeswoyo menilai persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama yang membutuhkan komitmen nyata dari seluruh perangkat daerah, terutama dalam memastikan pembangunan dapat segera dimulai sebelum tahun ajaran berikutnya.
“Ini jadi PR bersama. Kita harus mencari solusi bersama untuk menyelesaikan tahun ajaran berikut agar siswa bisa mengikuti pendidikan yang lebih baik lagi,” kata Chicha.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan Santoso menjelaskan bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 ambruk pada 27 November 2024 saat hujan deras mengguyur Jakarta. Beruntung peristiwa itu terjadi ketika kegiatan belajar diliburkan karena pelaksanaan Pilkada sehingga tidak menimbulkan korban.
“Ambruknya ruangan kelas SDN Kebayoran Lama Selatan 09 terjadi pada tanggal 27 November 2024. Memang situasinya waktu itu hujan lebat. Alhamdulillah sedang libur karena ada Pilkada,” jelas Santoso.
Menurut Santoso, pemerintah telah merencanakan pembangunan gedung baru yang menggabungkan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan SDN Kebayoran Lama Selatan 11 dalam satu kompleks.
Namun hingga kini, rencana tersebut belum juga terealisasi, sementara para siswa masih harus menunggu kepastian kapan dapat kembali belajar di sekolah mereka sendiri.
“Pembangunannya direncanakan akan digabungkan antara SDN 09 dan 011. Lokasi pembangunannya nanti akan di sini. Kemudian akses depannya dari SDN 11, tapi memang belum terealisasi,” pungkas Santoso. (iin)
