Lippo Karawaci (LPKR) Siapkan Buyback 3,29 Miliar Saham

Lippo Karawaci (LPKR) siapkan buyback 3,29 miliar saham senilai Rp250 miliar sebagai strategi menjaga harga saham dan meningkatkan kepercayaan investor.

Kamis, 2 April 2026 - 13:29 WIB
Lippo Karawaci (LPKR) Siapkan Buyback 3,29 Miliar Saham
Ilustrasi kawasan yang dibangun oleh Lippo Karawaci. (dok Yes Invest for Hallonews)

HALLONEWS.ID – PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak 3.289.473.684 saham dengan dana sebanyak-banyaknya sebesar Rp250 miliar.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Perseroan dalam menjaga stabilitas harga saham sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap kinerja dan prospek bisnis perusahaan.

Manajemen menyampaikan bahwa aksi buyback tersebut akan dilakukan sesuai dengan ketentuan regulator yang berlaku di pasar modal.

Selain itu, pelaksanaan buyback juga mempertimbangkan kondisi likuiditas perusahaan agar tetap terjaga dengan baik. Buyback tersebut akan menggunakan kas internal perusahaan dan tidak akan mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan.

Di sisi lain, Perseroan juga tengah menjalankan berbagai langkah strategis, termasuk aksi akuisisi yang menjadi bagian dari upaya memperkuat portofolio bisnis.

Kombinasi antara ekspansi melalui akuisisi dan aksi buyback saham mencerminkan strategi perusahaan dalam meningkatkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Langkah buyback ini diharapkan dapat memberikan sinyal positif kepada pasar, terutama di tengah dinamika pergerakan harga saham yang mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.

Perseroan menegaskan bahwa seluruh aksi korporasi dilakukan dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sendiri merupakan pengembang kawasan perkotaan residensial dan komersial di Indonesia. Kegiatan utama perusahaan mencakup pembangunan kota mandiri, proyek terpadu skala besar, pusat perbelanjaan, layanan kesehatan dan rumah sakit, serta pengelolaan properti dan portofolio aset.

Sejumlah proyek utama yang dikembangkan antara lain Lippo Village, Lippo Cikarang, Tanjung Bunga, Royal Serpong Village, dan San Diego Hills Memorial Park. Perusahaan merupakan bagian dari Grup Lippo.

Pergerakan Harga Saham
Harga saham LPKR terakhir berada di level 80. Dalam jangka pendek, saham ini mencatat kenaikan 2,56% dalam satu minggu, namun mengalami penurunan signifikan sebesar 24,53% dalam satu bulan terakhir.

Secara menengah, saham terkoreksi 4,76% dalam tiga bulan dan melemah 2,44% dalam satu tahun. Dalam jangka panjang, tren saham masih menunjukkan tekanan dengan penurunan sebesar 13,04% dalam tiga tahun serta melemah 59,18% dalam lima tahun terakhir.

Analisis Yesinvest
Dari sisi fundamental, kinerja LPKR menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam dalam beberapa tahun terakhir. Perseroan mencatat rugi bersih sebesar 1,603 triliun rupiah pada 2021 dan meningkat menjadi rugi 2,692 triliun rupiah pada 2022.

Kinerja kemudian berbalik mencatat laba sebesar 50 miliar rupiah pada 2023 dan melonjak signifikan menjadi 18,746 triliun rupiah pada 2024, sebelum kembali normal di kisaran 470 miliar rupiah pada 2025. Dinamika ini mencerminkan adanya faktor non-operasional atau aksi korporasi yang mempengaruhi lonjakan kinerja.

Dari sisi valuasi, saham LPKR saat ini diperdagangkan pada price to earnings ratio sebesar 12,08 kali. Level ini relatif lebih moderat dibandingkan emiten dengan pertumbuhan tinggi, namun tetap perlu dicermati mengingat volatilitas kinerja yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir serta sensitivitas sektor properti terhadap kondisi makroekonomi.

Secara teknikal, pergerakan saham LPKR masih berada dalam tren penurunan jangka panjang dengan posisi harga yang cenderung berada di bawah moving average 20. Dalam jangka pendek, saham bergerak dalam pola konsolidasi terbatas dengan area resistance terdekat di level 85 dan support di kisaran 71, yang menjadi area krusial dalam menentukan arah pergerakan selanjutnya. (Hendeka Putra / Research Analyst Yes Invest)

 

Disclaimer
Artikel ini merupakan produk jurnalistik Hallo News yang disusun berdasarkan informasi, data, dan narasumber yang dianggap kredibel pada saat penulisan. Seluruh konten disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi, serta bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat untuk membeli, menjual, maupun menahan instrumen investasi atau produk keuangan tertentu.

Segala keputusan yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi pembaca. Hallo News tidak bertanggung jawab atas segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari penggunaan informasi dalam artikel ini.