Jumlah Korban Ledakan SPBE Cimuning Bertambah Jadi 14 Orang

Ledakan SPBE Cimuning sebabkan 14 orang luka bakar. Pemkot Bekasi pastikan tidak ada korban jiwa, penyebab diduga akibat kebocoran gas.

Kamis, 2 April 2026 - 13:44 WIB
Jumlah Korban Ledakan SPBE Cimuning Bertambah Jadi 14 Orang
Wakil Walikota Bekasi Abdul Haris Bobihoe meninjau SPBE yang terbakar. Foto hallonews/dul

HALLONEWS.ID – Jumlah korban dalam insiden ledakan dan kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, bertambah menjadi 14 orang. Seluruh korban dilaporkan mengalami luka bakar dan saat ini tengah menjalani perawatan medis.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam tersebut.

“Korban sekitar 14 orang, dan tidak ada korban meninggal dunia,” ujarnya saat meninjau lokasi, Kamis (2/4/2026).

Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran dipicu kebocoran gas di area pengisian LPG. Api dengan cepat membesar karena sifat gas yang mudah terbakar.

Meski api utama telah berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan proses pendinginan guna mencegah potensi kebakaran ulang. Aparat juga tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kebocoran lanjutan.

Seluruh korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD Kota Bekasi dan fasilitas kesehatan lainnya. Beberapa di antaranya dilaporkan mengalami luka bakar serius dengan tingkat keparahan tinggi.

Pemkot Bekasi memastikan seluruh korban akan mendapatkan penanganan medis secara maksimal. Biaya pengobatan ditanggung melalui BPJS Kesehatan maupun skema pembiayaan lainnya.

Selain menimbulkan korban luka, insiden ini juga berdampak pada sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Hingga kini, proses pendataan kerusakan masih terus dilakukan oleh petugas.

Dinas Pemadam Kebakaran mencatat laporan kejadian diterima sekitar pukul 21.08 WIB. Petugas kemudian mengerahkan belasan unit mobil pemadam ke lokasi untuk mengendalikan api.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.45 WIB. Saat ini, kondisi di lokasi dilaporkan mulai terkendali, meski petugas masih berjaga sebagai langkah antisipasi. (dul)