Mahasiswa Internasional SJTU Cicipi Kopi Indonesia dalam Program OVOC Internasional IPB University

Delegasi IPB University memperkenalkan program OVOC Internasional dan kopi unggulan Indonesia kepada mahasiswa Shanghai Jiao Tong University melalui cupping kopi lintas negara.

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:30 WIB
Mahasiswa Internasional SJTU Cicipi Kopi Indonesia dalam Program OVOC Internasional IPB University
Mahasiswa IPB saat kenalkan kopi Indonesia di luar negeri. Foto: Humas IPB for Hallonews

HALLONEWS.ID — Delegasi IPB University melakukan kunjungan akademik ke Shanghai Jiao Tong University (SJTU), Tiongkok, sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring internasional sekaligus memperkenalkan produk unggulan desa binaan melalui program One Village One CEO (OVOC) Internasional.

Dalam kegiatan tersebut, delegasi IPB University berinteraksi langsung dengan mahasiswa SJTU yang berasal dari berbagai negara, seperti Indonesia, Pakistan, Brasil, dan Ghana.

Pertemuan ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai peluang pengembangan produk lokal Indonesia di pasar internasional.

Pada kesempatan itu, tim OVOC Internasional memperkenalkan sejumlah kopi unggulan Indonesia yang berasal dari daerah penghasil kopi terkenal, yakni Garut, Lampung, dan Flores.

Masing-masing kopi memiliki karakter rasa yang khas dan mencerminkan kekayaan agrikultur Indonesia.

Kegiatan semakin menarik melalui sesi cupping kopi, di mana para mahasiswa internasional diajak mencicipi secara langsung sekaligus memberikan tanggapan terhadap cita rasa kopi Indonesia.

Respons dan masukan dari peserta dinilai penting sebagai bahan evaluasi dalam pengembangan strategi pemasaran produk kopi binaan OVOC Internasional.

Sekretaris Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University, Danang Aria Nugroho, mengatakan bahwa interaksi langsung dengan generasi muda dari berbagai negara memberikan sudut pandang baru terhadap potensi kopi Indonesia di pasar global.

“Mendengar langsung pendapat anak muda dari berbagai negara tentang kopi Indonesia memberikan perspektif yang tidak bisa kita dapatkan dari data semata. Ini adalah cara paling autentik untuk memahami pasar,” ujar Danang Aria dikutip wartawan media ini Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, pendekatan berbasis pengalaman seperti ini mampu memberikan pemahaman yang lebih autentik dibandingkan hanya mengandalkan data pasar.

Sementara itu, staf LPA2I IPB University, Diki Renaldi Maulana, menilai antusiasme mahasiswa internasional saat mencicipi kopi Indonesia menjadi sinyal positif bahwa produk lokal memiliki peluang besar untuk diterima di pasar dunia.

“Melihat antusias mahasiswa internasional saat mencoba kopi dari Garut, Lampung, dan Flores membuat saya semakin yakin bahwa produk kita punya tempat di pasar global. Tinggal bagaimana kita konsisten memperkenalkannya ke lebih banyak orang,” tambah Diki Renaldi Maulana, staf LPA2I yang turut serta dalam kegiatan tersebut.

Ia menambahkan, konsistensi dalam memperkenalkan produk unggulan Indonesia menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan pasar internasional.

Melalui kegiatan ini, OVOC Internasional IPB University terus mendorong terciptanya hubungan antara produk desa Indonesia dengan komunitas global.

Program tersebut mengusung pendekatan kolaboratif dan berbasis potensi lokal sejalan dengan semangat “From Local Roots to Global Routes”. (opy)