Mendagri Bongkar Program Raksasa Prabowo, Bantuan Rumah di Sultra Melonjak 8 Kali Lipat

Mendagri Tito Karnavian menyebut program bantuan perumahan era Presiden Prabowo sebagai langkah besar bagi rakyat. Di Sulawesi Tenggara, penerima bantuan rumah melonjak dari 1.129 menjadi 8.973 unit dengan nilai Rp20 juta per rumah.

Sabtu, 30 Mei 2026 - 9:45 WIB
Mendagri Bongkar Program Raksasa Prabowo, Bantuan Rumah di Sultra Melonjak 8 Kali Lipat
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat meninjau pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Kendari. Foto: Kemendagri for Hallonews

HALLONEWS.ID – Pemerintah menegaskan bahwa kehadiran negara bagi masyarakat tidak cukup hanya diwujudkan melalui kebijakan di atas kertas, tetapi harus dirasakan langsung oleh warga melalui program-program yang menyentuh kebutuhan dasar mereka. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut terlihat dalam upaya peningkatan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat meninjau pelaksanaan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026).

Menurut Tito, pemerintah perlu hadir langsung di tengah masyarakat untuk memahami persoalan yang mereka hadapi sekaligus memastikan bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan warga. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat yang membutuhkan dukungan negara dapat merasakan manfaat program secara nyata.

Kunjungan Tito ke Kendari dilakukan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Keduanya meninjau sejumlah lokasi penerima bantuan sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program perumahan yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan itu, Tito mengungkapkan bahwa alokasi bantuan perumahan di Sulawesi Tenggara mengalami lonjakan signifikan pada 2026. Jika pada tahun sebelumnya program hanya menjangkau 1.129 rumah, tahun ini jumlah penerima meningkat hampir delapan kali lipat menjadi 8.973 unit rumah.

Setiap rumah yang masuk dalam program memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta yang digunakan untuk meningkatkan kualitas bangunan agar lebih layak dan aman dihuni.

Sementara di Kota Kendari, pemerintah menargetkan perbaikan terhadap 548 unit rumah milik warga berpenghasilan rendah, yang sebagian besar memiliki pendapatan sekitar Rp1 juta per bulan.

Tito menilai program rehabilitasi rumah yang saat ini dijalankan pemerintah merupakan salah satu langkah paling besar yang pernah dilihatnya dalam sektor perumahan rakyat selama menjabat sebagai Mendagri. Menurutnya, skala bantuan yang diberikan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membantu masyarakat yang masih tinggal di hunian tidak layak.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian yang besar terhadap persoalan perumahan rakyat, serta kepada Menteri PKP Maruarar Sirait yang aktif turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi kawasan permukiman masyarakat kurang mampu.

Lebih jauh, Tito berharap program bantuan perumahan dapat terus diperluas pada tahun-tahun mendatang agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya. Menurut dia, keberlanjutan program tersebut menjadi salah satu cara efektif untuk menekan angka backlog perumahan yang masih menjadi tantangan nasional.

Dengan bertambahnya jumlah rumah yang diperbaiki maupun dibangun setiap tahun, pemerintah optimistis jumlah masyarakat yang belum memiliki rumah atau masih tinggal di hunian tidak layak akan terus berkurang secara bertahap. (agn)