Minim Dukungan Pemerintah, Mimpi Hattrick Bekasi di Porprov Jabar 2026 Terancam Gagal

Minimnya dukungan dana membuat kontingen Kabupaten Bekasi terancam melemah di Porprov 2026. Sejumlah atlet disebut berpotensi pindah daerah.

Rabu, 13 Mei 2026 - 8:18 WIB
Minim Dukungan Pemerintah, Mimpi Hattrick Bekasi di Porprov Jabar 2026 Terancam Gagal
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja. Foto/Hallonews

HALLONEWS.ID – Kontingen Kabupaten Bekasi yang selama ini dikenal sebagai raksasa olahraga Jawa Barat kini berada di persimpangan jalan. Sebab, dukungan pemerintah daerah kini sangat minim.

Di tengah ambisi mempertahankan gelar juara umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 untuk ketiga kalinya secara beruntun, ancaman justru datang dari dalam: krisis anggaran.

Status juara bertahan yang diraih dengan dominasi luar biasa pada Porprov 2022 di Ciamis kini terancam pincang. Minimnya dukungan dana membuat persiapan atlet disebut jauh dari ideal, bahkan memunculkan kekhawatiran eksodus atlet ke daerah lain.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, anggaran persiapan Porprov 2026 yang disetujui Pemkab Bekasi Rp5 miliar. Nilai itu dinilai sangat kecil dibanding kebutuhan riil kontingen sebesar Kabupaten Bekasi yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama olahraga Jawa Barat.

Padahal pada Porprov 2022 lalu, Kabupaten Bekasi menurunkan sedikitnya 1.337 kontingen yang terdiri dari atlet, pelatih, ofisial, hingga manajer.

Dengan kekuatan besar itu, Kabupaten Bekasi sukses keluar sebagai juara umum lewat torehan fantastis 451 medali, terdiri atas 189 emas, 139 perak dan 123 perunggu.

Keterbatasan anggaran disebut memengaruhi berbagai kebutuhan dasar atlet, mulai dari gaji, perlengkapan latihan hingga biaya operasional. Kondisi ini memicu kecemasan di kalangan cabang olahraga karena persiapan menuju Porprov tinggal menghitung waktu.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja tak menampik bahwa kondisi fiskal daerah membuat dukungan untuk Porprov kali ini mengalami penurunan drastis. Dia mengakui pemerintah daerah sedang terbentur kebijakan efisiensi serta pemangkasan dana transfer pusat.

“Anggaran KONI itu kan cuma Rp5 miliar. Sekarang mereka mengajukan penambahan anggaran, tapi penambahannya dari mana, itu yang jadi persoalan,” kata Asep.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa perjuangan mempertahankan mahkota juara umum tidak akan mudah. Sebab, di tengah persaingan ketat antar daerah, kesiapan finansial menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pembinaan atlet.

Yang paling mengkhawatirkan, sejumlah atlet Kabupaten Bekasi disebut mulai dilirik daerah lain. Situasi itu muncul lantaran hak-hak atlet belum sepenuhnya terpenuhi akibat keterbatasan anggaran.

“Anggarannya tidak ada, atlet belum dibayar, belum digaji, lalu dipinta daerah lain jadi atlet mereka,” ungkapnya.

Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin kekuatan Kabupaten Bekasi akan tergerus sebelum Porprov dimulai. Ancaman kehilangan atlet potensial tentu menjadi pukulan telak bagi daerah yang selama ini identik dengan prestasi olahraga.

Bahkan, Asep memberi sinyal bahwa Kabupaten Bekasi kemungkinan hanya akan memberangkatkan atlet yang benar-benar berpeluang meraih medali. “Yang penting yang kelihatan-kelihatan juara aja lah yang diberangkatkan,” ucapnya.

Pernyataan tersebut memunculkan kekhawatiran baru. Sebab, strategi memangkas jumlah atlet dinilai dapat mengurangi regenerasi dan peluang lahirnya talenta baru di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi itu.

Di sisi lain, pemerintah daerah masih membuka peluang penambahan anggaran melalui APBD perubahan. Saat ini, evaluasi terhadap serapan anggaran di setiap dinas sedang dilakukan untuk mencari kemungkinan pengalihan dana.

Namun waktu terus berjalan. Sementara daerah lain mulai memanaskan mesin persiapan, Kabupaten Bekasi justru masih berjibaku dengan persoalan anggaran.

Kini publik menanti, apakah sang juara bertahan mampu bangkit dari tekanan finansial dan kembali berjaya di Porprov 2026, atau justru kehilangan tahtanya akibat minim dukungan dana dari pemerintah setempat. (dul)