Nyepi Jadi Cermin Integritas, KPK Ingatkan Bahaya Korupsi Berawal dari Diri Sendiri
KPK melalui Juru Bicara Budi Prasetyo mengajak masyarakat menjadikan Nyepi sebagai momentum refleksi untuk memperkuat integritas dan melawan korupsi dari dalam diri.

HALLONEWS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memaknai Hari Raya Nyepi sebagai momentum penting untuk memperkuat integritas dan kesadaran antikorupsi di tengah masyarakat.
Melalui pernyataannya, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 kepada umat Hindu sekaligus mengajak masyarakat menjadikan hari suci ini sebagai ruang refleksi diri.
Menurutnya, Nyepi bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga momen jeda dari hiruk-pikuk kehidupan untuk menata kembali nilai-nilai dasar dalam diri, termasuk kejujuran dan integritas.
“Dalam keheningan Nyepi, kita diajak merenungkan kembali batas-batas etika dan nilai yang tidak boleh dilanggar,” ujar Budi melalui keterangan tertulis, Kamis (19/3/2026).
Refleksi Diri, Kunci Lawan Korupsi
KPK menilai praktik korupsi kerap bermula dari hal sederhana: kegagalan menahan diri dan mengabaikan suara nurani. Ketika kepentingan pribadi diletakkan di atas kepentingan publik, di situlah benih korupsi mulai tumbuh.
Nilai-nilai Nyepi seperti tapa, brata, yoga, dan semadi menjadi pengingat penting tentang pengendalian diri, kejernihan berpikir, serta keberanian untuk kembali pada kebenaran.
“Perang melawan korupsi bukan hanya di ruang hukum, tapi juga di dalam diri setiap individu,” tegas Budi.
Dimulai dari Hal Kecil
KPK menekankan bahwa integritas dibangun dari keputusan sehari-hari, mulai dari bersikap jujur, menolak gratifikasi, hingga tidak menyalahgunakan kewenangan sekecil apa pun.
Langkah-langkah sederhana tersebut, jika dilakukan secara konsisten, diyakini mampu menciptakan perubahan besar dalam tata kelola bangsa.
Integritas sebagai Fondasi Indonesia Bersih
Melalui semangat Nyepi, KPK mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan integritas sebagai fondasi utama dalam membangun Indonesia yang bebas dari korupsi.
Refleksi yang lahir dari keheningan diharapkan tidak berhenti pada kesadaran, tetapi berlanjut menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Indonesia yang bersih dari korupsi dimulai dari diri sendiri,” tutup Budi. (ren)
