Polisi Dalami Unsur Pidana di Balik Kebakaran Maut SPBE Cimuning

Polisi masih menyelidiki kebakaran SPBE Cimuning, Bekasi, yang menewaskan dua orang. Sejumlah saksi diperiksa untuk mengungkap kemungkinan unsur pidana.

Selasa, 7 April 2026 - 17:15 WIB
Polisi Dalami Unsur Pidana di Balik Kebakaran Maut SPBE Cimuning
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal. Foto dok/Hallonews

HALLONEWS.ID — Polisi masih mendalami penyebab kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT Indogas Andalan Kita di Cimuning, Kota Bekasi. Hingga saat ini, aparat belum menyimpulkan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung. Penyidik terus mengumpulkan keterangan dan bukti di lapangan, termasuk memeriksa sejumlah saksi.

“Penyelidikan masih berjalan. Kami belum bisa menyimpulkan apakah ada unsur pidana atau tidak,” ujar Iqbal kepada Hallonews, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, pemeriksaan saksi dilakukan secara bertahap guna memastikan kronologi kejadian dapat terungkap secara utuh. Hasil lengkap penyelidikan akan disampaikan setelah seluruh proses rampung.

Kebakaran hebat yang terjadi pada 1 April 2026 itu menimbulkan korban jiwa. Dua petugas keamanan meninggal dunia setelah mengalami luka bakar berat lebih dari 90 persen.

Keduanya sempat menjalani perawatan intensif sebelum akhirnya meninggal dunia pada 5 dan 6 April 2026.

Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, menyebut kedua korban akan menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini, proses administrasi masih dilengkapi oleh pihak keluarga.

Selain korban jiwa, kebakaran juga berdampak pada puluhan warga di sekitar lokasi. Berdasarkan hasil verifikasi, sebanyak 39 kepala keluarga terdampak, dengan kerusakan meliputi rumah tinggal hingga sejumlah fasilitas usaha.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat area terdampak mencapai sekitar 2.000 meter persegi. Sejumlah warga juga mengalami luka dan masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Bekasi. (dul)