Potensi Tambang Bogor Dinilai Strategis untuk Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

Potensi mineral nonlogam dan batuan di Kabupaten Bogor dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional. Pengelolaan berkelanjutan menjadi kunci menjaga manfaatnya bagi generasi mendatang

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:30 WIB
Potensi Tambang Bogor Dinilai Strategis untuk Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional
Tambang dianggap bisa sejahterakan masyarakat jika dikelola dengan baik. ilustrasi/hallonews

HALLONEWS.ID – Potensi sumber daya pertambangan di Kabupaten Bogor dinilai memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan ekonomi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan dunia terhadap komoditas mineral.

Pengelolaan yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci agar kekayaan alam tersebut tetap memberikan manfaat bagi masyarakat saat ini maupun generasi mendatang.

Kabupaten Bogor diketahui memiliki beragam sumber daya mineral nonlogam dan batuan yang tersebar di sejumlah wilayah. Komoditas tersebut meliputi andesit, batu kapur, pasir, lempung, bentonit, fosfat, zeolit, kaolin, hingga feldspar yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari aktivitas ekonomi daerah.

Akademisi Presiden University, Teuku Rezasyah, mengatakan bahwa sektor pertambangan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berperan sebagai aset strategis yang berkaitan dengan ketahanan nasional.

Menurutnya, cadangan mineral yang dimiliki Indonesia harus dipandang sebagai modal pembangunan jangka panjang yang perlu dikelola secara bijaksana.

Karena itu, keberadaan regulasi yang kuat menjadi penting untuk memastikan pemanfaatan sumber daya alam berjalan secara seimbang.

“Cadangan mineral bukan hanya sumber pendapatan, tetapi juga aset strategis yang harus dijaga untuk kepentingan pembangunan berkelanjutan,” kata Teuku, Selasa (9/6/2026).

Ia menilai peran negara sangat dibutuhkan dalam mengatur keseimbangan antara kepentingan investasi, perlindungan lingkungan, serta keberlanjutan cadangan tambang yang jumlahnya terbatas.

Di Kabupaten Bogor, andesit menjadi salah satu komoditas unggulan yang banyak dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur.

Selain itu, batu kapur yang tersedia di sejumlah kawasan juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena menjadi bahan baku berbagai industri.

Teuku mengingatkan bahwa eksploitasi sumber daya tambang tanpa perencanaan yang matang berpotensi mengurangi daya tahan ekonomi Indonesia pada masa mendatang.

Oleh karena itu, upaya hilirisasi industri perlu terus didorong agar nilai tambah dari sektor pertambangan dapat dinikmati lebih optimal di dalam negeri.

Selain hilirisasi, konservasi sumber daya dan pengawasan terhadap aktivitas pertambangan juga dinilai harus berjalan seiring untuk menjaga keseimbangan antara manfaat ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

“Pengelolaan tambang harus diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjaga ketersediaannya bagi generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kekayaan mineral Indonesia merupakan warisan strategis bangsa yang harus dijaga sebagai bagian dari persiapan menuju Generasi Emas 2045.

Dengan tata kelola yang baik, potensi pertambangan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bogor, dapat menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (opy)