Prabowo Bangun 10 Kampus Baru, Siapkan Sekolah Calon Birokrat
Presiden Prabowo Subianto akan membangun 10 universitas baru, termasuk satu kampus khusus administrasi pemerintahan untuk mencetak calon birokrat unggul. Langkah ini bagian dari strategi regenerasi besar-besaran di tubuh birokrasi nasional.

HALLONEWS.ID-Presiden Prabowo Subianto mengumumkan langkah besar di bidang pendidikan dan reformasi birokrasi. Pemerintah akan membangun 10 universitas baru, dengan satu di antaranya dikhususkan untuk pendidikan administrasi pemerintahan.
Langkah tersebut, kata Prabowo, merupakan bagian dari strategi jangka panjang menyiapkan generasi baru birokrat unggul yang akan memimpin pemerintahan di masa depan.
“Birokrat-birokrat yang tidak mau menyesuaikan diri dengan visi Presiden akan kita regenerasi. Saya sudah siapkan lembaga pendidikan untuk itu. Tahun ini, kita mulai membangun 10 universitas baru, satu di antaranya untuk administrasi pemerintahan,” ujar Prabowo dalam forum Indonesia Economy Outlook (IEO) 2026, Jumat (13/2/2026).
Prabowo menegaskan, kampus khusus administrasi pemerintahan tersebut akan menjadi tempat pembibitan kader birokrat dan pemimpin lembaga negara di masa depan.
“Putra-putri terbaik Indonesia akan kita pilih dan godok untuk menjadi pemimpin masa depan. Tidak ada orang yang tidak bisa digantikan,” tegasnya.
Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo berkomitmen melakukan regenerasi besar-besaran dalam tubuh birokrasi nasional.
Dalam forum yang sama, Presiden juga memberi mandat langsung kepada sejumlah lembaga strategis untuk mempercepat reformasi birokrasi dan evaluasi pejabat publik.
Lembaga tersebut meliputi Badan Pengelola Investasi Danantara, Badan Pengaturan BUMN, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta seluruh kementerian/lembaga lainnya.
Prabowo menegaskan, pejabat yang tidak mampu mencapai target dan tidak sejalan dengan visi pemerintahan akan segera diganti.
Selain sekolah tinggi administrasi pemerintahan, sembilan universitas baru lainnya akan difokuskan pada bidang sains, teknologi, rekayasa (engineering), dan matematika (STEM) serta kedokteran.
Presiden menilai Indonesia masih kekurangan ahli STEM dan dokter spesialis maupun subspesialis.
“Negara ini butuh lebih banyak ilmuwan, insinyur, dan dokter. Karena itu, universitas-universitas baru ini akan mencetak sumber daya manusia unggul di bidang strategis,” jelasnya.
Para mahasiswa yang lolos seleksi di kampus-kampus baru tersebut akan mendapat beasiswa penuh dari pemerintah. Selain itu, Prabowo juga membuka peluang bagi dosen dan profesor asing untuk turut mengajar, guna memperkuat kualitas akademik dan transfer ilmu global.
Presiden menargetkan kampus-kampus tersebut mulai menerima mahasiswa pertama pada tahun 2028. Rencana pembangunan 10 kampus baru ini merupakan kelanjutan dari kunjungan kenegaraan Prabowo ke Inggris, di mana ia menjajaki kerja sama dengan sejumlah universitas terkemuka dunia.
Kerja sama tersebut diharapkan mempercepat pembangunan sistem pendidikan tinggi berstandar internasional di Indonesia, dengan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pemerintahan dan industri masa depan.
“Kita tidak bisa bertahan dengan sistem lama. Regenerasi birokrat dan pemimpin masa depan harus disiapkan sejak sekarang,” pungkas Prabowo. (ren)
