Prabowo Minta Masyarakat Hemat BBM di Tengah Konflik Perang Timur Tengah
Presiden Prabowo itu menilai langkah penghematan perlu dipertimbangkan sejak dini agar Indonesia lebih siap menghadapi kemungkinan dampak dari konflik di kawasan Timur Tengah.

HALLONEWS.ID– Presiden RI Prabowo Subianto meminta kepada masyarakat untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) di tengah konflik perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran.
Permintaan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Kepala Negara itu menilai langkah penghematan perlu dipertimbangkan sejak dini agar Indonesia lebih siap menghadapi kemungkinan dampak dari konflik di kawasan Timur Tengah.
“Saya kira bisa kita kaji masalah ini. Kita harus melakukan upaya penghematan,” kata Prabowo dalam rapat tersebut.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh lengah dan harus selalu mempersiapkan diri terhadap dinamika yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
“Kita harap skenario terburuk tidak terjadi di Timur Tengah. Dia mencontohkan kebijakan yang diambil Pakistan guna menghemat penggunaan BBM,” tandas Prabowo.
Konflik perang antara Amerika Serikat, Israel, melawan Iran memicu lonjakan harga minyak dunia hingga menembus US$100 per barel pada 9 Maret 2026.
Ketegangan di kawasan Teluk Persia menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global, terutama karena sekitar 20 persen distribusi minyak dunia melewati jalur strategis Selat Hormuz.
Bagi Indonesia, situasi ini memiliki implikasi langsung terhadap stabilitas energi domestik. Produksi minyak nasional saat ini sekitar 600 ribu barel per hari, sementara konsumsi mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari, sehingga lebih dari separuh kebutuhan minyak nasional dipenuhi melalui impor. (agn)
