Progres Pembangunan 71,95 Persen, Tol Bocimi Bangkitkan Wisata Sukabumi dan Ekonomi Masyarakat
Pembangunan tol Bocimi seksi 3 sudah mencapai 71,95 persen memberi dampak positif. Jarak tempuh Jakarta - Sukabumi yang biasanya sekitar 5 hingga 9 jam, kini hanya sekitar 1,5 jam

HALLONEWS.ID – Pembangunan Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) terus menunjukkan progres signifikan.
Kehadiran infrastruktur ini bukan hanya mempercepat konektivitas, tetapi juga menjadi katalis penting bagi peningkatan sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.
Dengan memangkas waktu tempuh Jakarta–Sukabumi dari 5–9 jam menjadi sekitar 1,5 jam, akses menuju berbagai destinasi unggulan di Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi kini semakin mudah dan nyaman.
Kondisi ini diprediksi akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, terutama saat momentum libur panjang dan Lebaran 2026 mendatang.
Informasi tersebut disampaikan BPJT Kementerian PUPR pada Senin (16/2/2026) melalui akun media sosial resminya yang dikutip wartawan media ini Rabu (18/2/2026).
“Langkah ini dilakukan untuk mendukung kelancaran lalu lintas, khususnya di wilayah Kabupaten Sukabumi yang kerap mengalami kepadatan saat momentum hari raya,” kata PUPR dalam web resminya.
Kemudahan akses tersebut membuka peluang besar bagi destinasi unggulan seperti KEK Lido, kawasan geopark, pantai selatan Sukabumi, hingga wisata alam pegunungan yang selama ini menjadi daya tarik utama wilayah tersebut.
Infrastruktur tol memperpendek jarak psikologis wisatawan dari Jabodetabek menuju Sukabumi, sehingga perjalanan akhir pekan maupun liburan singkat menjadi lebih realistis dan efisien.
Dalam rangka menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, pemerintah tengah mengupayakan agar sebagian ruas Tol Bocimi Seksi 3 dapat difungsionalkan secara terbatas.
Adapun jalur yang direncanakan fungsional terbatas adalah sebagian Seksi 3, yakni ruas Cibadak–Akses Karangtengah sepanjang 4,9 kilometer.
Ruas tersebut saat ini tengah dipersiapkan agar dapat digunakan sementara oleh masyarakat tanpa dikenakan tarif selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
“Jalur fungsional tersebut adalah sebagian Seksi 3, yakni Cibadak–Akses Karangtengah sepanjang 4,9 km. Bagian ini tengah dipersiapkan untuk difungsionalkan sementara tanpa tarif selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 guna mendukung kelancaran lalu lintas,” tulis admin BPJT dalam unggahannya.
Peningkatan arus wisatawan berpotensi memberikan efek domino terhadap perekonomian lokal. Sektor perhotelan, homestay, restoran, UMKM kuliner, penyedia jasa transportasi, hingga pedagang oleh-oleh diproyeksikan mengalami kenaikan omzet.
Selain itu, kelancaran distribusi logistik melalui Tol Bocimi juga membantu pelaku usaha lokal menekan biaya transportasi dan mempercepat pengiriman barang.
Produk-produk unggulan Sukabumi seperti hasil pertanian, perikanan, dan kerajinan tangan memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar yang lebih luas.
“Jalan Tol Ciawi-Sukabumi berperan penting dalam mempercepat waktu tempuh perjalanan, mengurangi kepadatan di jalan nasional, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pengembanganm wilayah dan pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan akses masyarakat dan wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan seperti KEK Lido dan kawasan wisata lainnya di sepanjang koridor Ciawi hingga Sukabumi,” ujarnya.
Dari sisi investasi, infrastruktur yang memadai menjadi faktor utama dalam menarik pengembang properti, investor pariwisata, hingga industri pendukung lainnya.
Pertumbuhan kawasan baru di sekitar pintu tol diperkirakan akan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Mendorong Pemerataan Pembangunan
Keberadaan Tol Bocimi juga dinilai berperan dalam mengurangi ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan daerah penyangga.
Dengan akses yang semakin terbuka, Sukabumi memiliki peluang untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru di selatan Jawa Barat.
Momentum fungsional terbatas Seksi 3 saat arus mudik dan balik Lebaran 2026 diharapkan menjadi langkah awal untuk menunjukkan manfaat nyata infrastruktur ini.
Jika arus wisata meningkat dan ekonomi lokal bergerak positif, Tol Bocimi berpotensi menjadi tulang punggung transformasi ekonomi Sukabumi dalam jangka panjang.
“Perjalanan Jakarta – Sukabumi yang biasanya ditempuh sekitar 5 sampai 9 jam, kini hanya dapat ditempuh sekitar 1,5 jam dengan beroperasinya Tol Bocimi,” tulisnya.
(opy)
