Purbaya Bakal Potong Anggaran Kementerian dan Lembaga di Tengah Geopolitik Timteng

Purbaya menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan akan menyisir komponen belanja yang dianggap bisa ditunda untuk sementara waktu.

Sabtu, 21 Maret 2026 - 0:30 WIB
Purbaya Bakal Potong Anggaran Kementerian dan Lembaga di Tengah Geopolitik Timteng
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Dok. Kemenkeu for Hallonews

HALLONEWS.ID – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan melakukan pemotongan anggaran belanja kementerian dan lembaga secara langsung sebagai langkah efisiensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat geopolitik di Timur Tengah (Timteng).

Ia menjelaskan, pemerintah sebelumnya telah mengadakan rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk membahas efisiensi anggaran tahun ini.

“Saya minta tadinya kementerian untuk memotong sendiri, tapi mereka kalau disuruh gitu nggak mau memotong, dia naikkan semua malah. Kalau bisa saya tentukan, saya potong berapa persen, nanti mereka yang sesuaikan,” ujar Purbaya dalam keterangan seperti dikutip di Jakarta, Jumat (20/3/2026).

Purbaya menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan akan menyisir komponen belanja yang dianggap bisa ditunda untuk sementara waktu.

Fokus efisiensi menyasar pada program-program yang tidak memberikan dampak signifikan atau memiliki akselerasi yang lambat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Purbaya, kebijakan ini mencakup berbagai aspek belanja operasional, termasuk kegiatan internal yang tidak mendesak.

“Macam-macam. Rapat nggak jelas, atau kebijakan yang dampaknya lambat atau tidak banyak ke pertumbuhan ekonomi, kita bisa tunda,” katanya.

Selain itu, ia mendorong agar setiap kebijakan yang dijalankan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi.

Saat ini, pemerintah masih menghitung besaran anggaran yang dapat ditekan untuk mengantisipasi dampak konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

“Tapi yang jelas kita juga hitung berapa sih defisitnya. Kan kita masih punya ruang sedikit ke atas sebelum ke 3 persen. Kan anggaran cuma di design ke 2,68 persen dari PDB defisitnya,” jelas Purbaya. (agn)