Puting Beliung Terjang Cikarang Bekasi, 27 Rumah Rusak dalam Sekejap

Angin puting beliung menerjang wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, menyebabkan 27 rumah warga rusak di dua desa.

Rabu, 1 April 2026 - 9:47 WIB
Puting Beliung Terjang Cikarang Bekasi, 27 Rumah Rusak dalam Sekejap
Puluhan rumah rusak berat di Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi usai dihantam angin puting beliung. Foto: BPBD Bekasi for Hallonews

HALLONEWS.ID – Fenomena cuaca ekstrem berupa angin puting beliung menerjang wilayah Kabupaten Bekasi. Bencana ini mengakibatkan puluhan rumah warga rusak di dua desa berbeda di kawasan Cikarang.

Di Desa Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat, sebanyak 16 rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan deras. Sekretaris Desa Cicau, Narto, menyebut kerusakan terjadi karena atap rumah beterbangan hingga tertimpa pohon tumbang.

Salah satu titik terdampak paling parah berada di Kampung Cicau PLN, RT 02 RW 05. Sebuah rumah yang dihuni dua kepala keluarga mengalami kerusakan berat setelah bagian atap dapur dan depan rumah terlepas beserta rangkanya.

Warga setempat, Sarwan, mengaku sempat panik saat peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Ia mengatakan angin datang tiba-tiba di tengah hujan deras, membuat bagian atap rumahnya terangkat dan terbawa angin.

“Kami baru sadar itu puting beliung saat rangka atap mulai terlepas. Kondisinya cepat sekali, jadi langsung evakuasi keluarga, apalagi orang tua sedang sakit,” kata Sarwan, Rabu (1/4/2026).

Selain Desa Cicau, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan. Di wilayah ini, sebanyak 11 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang, termasuk beberapa fasilitas desa.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, mengatakan tim telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.

Ia memastikan tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut, meski kerugian material cukup signifikan.

“Petugas sudah di lapangan untuk asesmen dan distribusi bantuan. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan,” kata Dodi.

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, termasuk angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor. (dul)