Rakernis 2026, BNN Dorong Masyarakat Jadi Garda Terdepan Perang Melawan Narkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat sebagai benteng utama pencegahan narkoba.

Rabu, 18 Februari 2026 - 20:00 WIB
Rakernis 2026, BNN Dorong Masyarakat Jadi Garda Terdepan Perang Melawan Narkoba
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, didampingi Sekretaris Utama BNN RI Tantan Sulistyana, serta para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Ruang Rapat Sudirman, Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (18/2). Foto/Humas BNN for Hallonews.id

HALLONEWS.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat sebagai benteng utama pencegahan narkoba.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Ruang Rapat Sudirman, Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (18/2).

Rakernis dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, didampingi Sekretaris Utama BNN RI Tantan Sulistyana, serta para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan BNN.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan satuan kerja terkait dan jajaran BNN daerah yang berpartisipasi secara daring.

Dalam sambutannya, Kepala BNN RI menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan kristalisasi komitmen kolektif dalam membangun pertahanan sosial yang kokoh di tengah masyarakat.

BNN2 1
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, didampingi Sekretaris Utama BNN RI Tantan Sulistyana, serta para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Ruang Rapat Sudirman, Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (18/2). Foto/Humas BNN for Hallonews.id

“Kehadiran kita, baik yang berada di ruangan ini maupun yang mengikuti secara daring, merupakan wujud komitmen bersama dalam mewujudkan pertahanan sosial yang kuat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa BNN tengah menggeser paradigma pemberdayaan masyarakat. Masyarakat tidak lagi diposisikan sebagai objek pasif, melainkan sebagai subjek aktif sekaligus agen perubahan (agent of change) dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Menurutnya, strategi pemberdayaan masyarakat bertujuan menciptakan ekosistem sosial yang memiliki kemampuan deteksi dini serta daya tangkal mandiri terhadap ancaman narkoba.

Konsep inilah yang menjadi esensi ketahanan masyarakat anti narkoba yang terus diperkuat BNN.

“Menyikapi dinamika ancaman narkoba yang semakin kompleks, program strategis seperti Desa Bersinar harus terus kita dorong dengan pendekatan yang lebih inklusif dan terukur,” tegasnya.

Kepala BNN RI juga mengingatkan agar setiap kebijakan dan rekomendasi yang dihasilkan dari Rakernis mampu menyentuh akar persoalan di tingkat paling dasar, yakni keluarga dan lingkungan sosial terkecil. Dengan pendekatan tersebut, upaya pencegahan diharapkan berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Rakernis Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2026 diharapkan menjadi landasan strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus meningkatkan peran aktif masyarakat sebagai garda terdepan dalam mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba. (gin)