Ribuan Warga dari Berbagai Daerah Datang ke Jakarta, Sampaikan Aspirasi untuk Pemerintah
Massa dari berbagai elemen masyarakat meminta pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mempercepat penyelesaian konflik agraria.

HALLONEWS.ID – Ribuan warga dari berbagai daerah memadati kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Mereka datang membawa satu pesan yang sama yakni mendukung berbagai program pemerintah yang dinilai mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di sektor pertanian, pangan, dan ekonomi kerakyatan.
Aksi damai yang diikuti sekitar 7.000 peserta itu melibatkan petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, buruh, mahasiswa, pemuda, hingga tokoh masyarakat.
Sejak pagi hari, massa berkumpul dengan membawa spanduk, poster, dan bendera organisasi sambil menyampaikan aspirasi secara bergantian dari atas mobil komando.
Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan dukungan yang disampaikan bukan sekadar simbolis.
Menurutnya, banyak masyarakat desa yang telah merasakan dampak langsung dari sejumlah program pemerintah yang menyentuh kebutuhan dasar rakyat.
Ia menilai kebijakan di bidang pertanian dan ketahanan pangan mulai memberikan harapan baru bagi petani.
Kemudahan memperoleh pupuk, meningkatnya penyerapan hasil panen, hingga terbukanya pasar yang lebih luas disebut menjadi perubahan yang dirasakan masyarakat di daerah.
“Program-program yang dijalankan pemerintah dinilai memberi manfaat nyata bagi petani, nelayan, pedagang kecil, dan pelaku usaha rakyat yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” ujar Don pada Jumat (19/6/2026).
“Salah satu program yang mendapat perhatian peserta aksi adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” imbuhnya.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan efek ekonomi yang luas bagi sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga UMKM lokal.
Ia mengungkapkan bahwa sejumlah komoditas yang sebelumnya sulit terserap pasar kini mulai memiliki permintaan yang lebih baik.
“Kondisi tersebut dinilai membantu meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat desa sekaligus memberikan kepastian bagi para pelaku usaha pangan,” jelasnya.
Meski menyampaikan dukungan kepada pemerintah, massa juga menyuarakan sejumlah tuntutan penting.
Mereka meminta pemerintah bersama aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap praktik mafia pangan, mafia pupuk, mafia tanah, hingga mafia impor yang selama ini dianggap merugikan masyarakat dan menghambat kesejahteraan rakyat.
Selain itu, peserta aksi mendorong penguatan ekonomi desa melalui peningkatan produktivitas sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan UMKM.
Pembangunan infrastruktur penunjang di wilayah pedesaan juga dinilai penting agar distribusi hasil produksi masyarakat semakin lancar.
Dalam kesempatan tersebut, isu reforma agraria turut menjadi perhatian. Massa meminta pemerintah mempercepat penyelesaian konflik agraria dengan menghadirkan lembaga khusus yang mampu menangani berbagai persoalan lahan secara lebih efektif dan berkeadilan.
Don menegaskan bahwa aksi yang berlangsung bukan ditujukan untuk berhadapan dengan kelompok tertentu. Menurutnya, kegiatan tersebut murni menjadi ruang bagi masyarakat desa untuk menyampaikan pengalaman dan aspirasi terkait program-program yang telah mereka rasakan manfaatnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan stabilitas nasional di tengah dinamika kehidupan politik. Menurutnya, suasana yang aman dan kondusif menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, serta keberlanjutan pembangunan.
“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan itu memecah persatuan bangsa. Gotong royong dan dialog harus tetap menjadi jalan utama untuk membangun Indonesia,” tukasnya. (fer)
