Seleksi Sekolah Maung di Kota Bogor Dibuka Akhir Mei 2026, Ini Syaratnya
Program Sekolah Maung di Kota Bogor mulai membuka pendaftaran pada 25–29 Mei 2026. Seleksi mencakup TKA, nilai rapor, sertifikat prestasi, hingga tes psikologi IQ minimal 130

HALLONEWS.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai membuka pelaksanaan program Sekolah Maung di Kota Bogor pada akhir Mei 2026. Program pendidikan unggulan tersebut akan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kota Bogor dan SMK Negeri 3 Kota Bogor.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor, H Subhan, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat kerja bersama Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Barat guna memastikan kesiapan teknis pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, pembahasan difokuskan pada petunjuk teknis dan mekanisme seleksi peserta didik agar proses penerimaan berjalan sesuai aturan yang telah disusun pemerintah provinsi.
Program Sekolah Maung membuka empat jalur penerimaan, yakni potensi akademik, prestasi akademik, akademik berbasis sertifikat, dan non-akademik.
Untuk jalur potensi akademik dan prestasi akademik, penilaian terdiri atas 40 persen nilai rapor dan 60 persen Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Sementara itu, jalur akademik berbasis sertifikat dan non-akademik menggunakan komposisi 40 persen TKA dan 60 persen nilai sertifikat prestasi.
Subhan menjelaskan, setiap jalur memiliki kuota dan proporsi tersendiri sesuai ketentuan yang ditetapkan dalam program tersebut.
Pendaftaran Sekolah Maung dijadwalkan berlangsung pada 25, 26, 28, dan 29 Mei 2026. Adapun hasil seleksi akan diumumkan pada 8 Juni 2026.
Peserta yang tidak lolos seleksi masih diberi kesempatan mengikuti pendaftaran sekolah reguler. Namun, waktu pendaftarannya sangat terbatas karena hanya dibuka hingga pukul 23.59 WIB pada hari pengumuman.
DPRD Kota Bogor mengingatkan agar sistem penerimaan dipersiapkan secara matang guna menghindari kepadatan pendaftaran pada hari terakhir.
Calon peserta diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan administrasi dan akademik. Salah satunya adalah nilai rata-rata rapor minimal 85.
Selain itu, peserta harus memiliki dokumen domisili berupa KK dan KTP yang telah berlaku minimal satu tahun.
Peserta juga diwajibkan melampirkan surat pernyataan rencana melanjutkan pendidikan ke universitas tertentu yang telah disetujui orang tua.
Tak hanya itu, calon siswa harus mengikuti tes psikologi resmi dengan ketentuan minimal, hasil tes psikologi tersebut wajib diterbitkan oleh lembaga psikologi yang terdaftar di Lembaga Psikolog Indonesia (LPI).
Untuk jenjang SMK, program Sekolah Maung di SMK Negeri 3 Kota Bogor membuka lima kompetensi keahlian, yakni kuliner, busana, tata kecantikan, perhotelan, dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ).
Rinciannya terdiri atas kuliner: 5 kelas, busana: 3 kelas, tata kecantikan: 2 kelas,
perhotelan: 2 kelas dan TKJ: 2 kelas.
Berbeda dengan SMA, seleksi di SMK menggunakan 100 persen nilai rapor. Penilaian juga disesuaikan dengan jurusan yang dipilih peserta.
Untuk jurusan teknik seperti TKJ, bobot nilai Matematika dan IPA menjadi prioritas. Sedangkan jurusan perhotelan, busana, dan pariwisata lebih menitikberatkan pada kemampuan bahasa dan Bahasa Inggris.
Subhan menyebut perbedaan utama Sekolah Maung dengan sekolah reguler terletak pada sistem pembelajaran yang diterapkan.
Program ini menggabungkan kurikulum nasional dengan kurikulum Cambridge sehingga peserta didik dituntut memiliki kemampuan akademik dan penguasaan bahasa asing yang lebih baik.
DPRD Kota Bogor juga meminta agar kuota domisili lebih diprioritaskan bagi warga Kota Bogor mengingat keterbatasan jumlah SMA negeri di wilayah tersebut.
Di sisi lain, persoalan anggaran dan skema kerja sama dengan sekolah swasta pendamping masih dalam tahap pembahasan pemerintah provinsi. (opy)
